Desa Adat Sade di Lombok Kebakaran, Intip Keindahannya sebelum Hangus Terbakar
LOMBOK, iNews.id - Desa Adat Sade di Lombok hangus terbakar pada Sabtu (22/8/2026). Insiden ini viral di media sosial dan memicu keprihatinan netizen.
Ya, sejumlah warganet mengungkapkan rasa kaget sekaligus sedih mengetahui kabar Desa Adat Sade di Lombok terbakar hebat. Mereka pun berharap masyarakat Sasak di area desa adat selamat dan dalam keadaan aman.
Sebelum terbakar, Desa Adat Sade di Lombok Tengah merupakan destinasi wisata yang wajib disambangi saat berada di Lombok. Keindahan desa, kearifan lokal warganya, hingga wastra Nusantara yang diciptakan di desa ini menjadi daya tarik istimewa.
Berikut ini informasi selengkapnya soal Desa Adat Sade di Lombok yang begitu memesona, sebelum terbakar hebat. Simak ulasannya hanya di artikel ini.

Nama Sade dipercaya berasal dari kata 'Saded' yang berarti obat atau penawar. Konon, desa ini dulunya tempat berkumpulnya masyarakat Sasak untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan hidup.
Filosofi tersebut masih dipegang teguh masyarakat setempat, di mana kebersamaan dan gotong royong menjadi fondasi utama kehidupan warga desa.
Jika bicara soal warga di Desa Adat Sade mereka memegang teguh prinsip hidup sederhana, selaras dengan alam, dan menghormati leluhur. Nilai ini tercermin dari bagaimana cara mereka membangun rumah, bercocok tanam, hingga menjaga hubungan sosial antarwarga.
Salah satu tradisi yang cukup dikenal luas hingga sekarang adalah sistem pernikahan adat Sasak, termasuk tradisi merariq atau kawin lari. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi punya makna mendalam tentang tanggung jawab, kehormatan keluarga, dan kesiapan membina rumah tangga.
Jika Anda datang ke sini, Anda akan disambut deretan rumah tradisional berbentuk unik. Menariknya, setiap bangunan memiliki fungsi dan filosofi tersendiri.
Bale Tani misalnya, ini merupakan tempat tinggal keluarga. Bangunan itu biasanya memiliki ruang terbatas, mencerminkan kesederhanaan dan kebersamaan.

Lalu, ada Bale Bontar yang biasanya digunakan sebagai tempat menerima tamu dan musyawarah, sementara lumbung padi atau alang menjadi simbol kesejahteraan dan ketahanan pangan keluarga.
Keistimewaan bangunan tradisional di Desa Adat Sade tak berhenti sampai di situ. Satu fakta yang harus Anda tahu ialah arah hadap rumah dan tata letak desa tidak dibuat sembarangan.
Ya, semuanya mengikuti aturan adat yang diyakini dapat membawa keeimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Mampir ke Desa Adat Sade kurang lengkap tanpa membawa oleh-oleh. Satu barang yang sangat menarik perhatian ialah wastra Nusantara karya penenun.

Anda bahkan bisa melihat para penenun Sasak di depan-depan rumah adat. Para penenun merupakan perempuan desa yang sudah sejak kecil diajarkan untuk menciptakan kain indah khas Desa Adat Sade.
Dari setiap helai kain yang diproduksi penenun Desa Adat Sade, Anda akan melihat keindahan di balik kain tersebut. Bahkan, ada makna filosofis di setiap helai kain, tergantung motif maupun bahan yang dipakai.
Desa Adat Sade bahkan mempersilahkan wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Ini memungkinkan masyarakat luar desa mengenal lebih dalam terkait wastra yang mereka buat.
Dan sedih rasanya mengetahui Desa Adat Sade kini hangus terbakar. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA tersebut membuat keindahan desa hilang, walau cerita tentang desa indah ini tak akan pernah punah.
Hingga berita ini dibuat, jumlah pustu rumah yang terbakar d Desa Adat Sade diperkirakan mencapai ratusan unit. Sementara itu, data pasti warga terdampak masih dalam pendataan.
Editor: Muhammad Sukardi