Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Doa dan Pantangan Tari Jaipong, Ritual Mengikat dalam Seni
Advertisement . Scroll to see content

Di Antara Arus dan Ajal, Ketika ABK Kapal Cumi Bertarung dengan Takdir

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:17:00 WIB
Di Antara Arus dan Ajal, Ketika ABK Kapal Cumi Bertarung dengan Takdir
Seorang anak buah kapal cumi, Angga harus menyaksikan sahabatnya, Martin, meninggal setelah mengalami pembengkakan tak wajar usai terpeleset. (Foto: SMN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Episode Bisikan Gaib kali ini tak hanya menyisakan kisah selamat dari maut, tetapi juga kehilangan mendalam. Angga, seorang anak buah kapal cumi, harus menyaksikan sahabatnya, Martin, meninggal dunia setelah mengalami pembengkakan tak wajar usai terpeleset di kapal.

Awalnya, kejadian mengerikan ini masih terlihat sederhana. Martin terpeleset saat hendak mengambil minuman. Namun, selang beberapa hari kemudian, kedua kakinya membengkak hingga ke bentuk yang cukup tidak normal menyerupai kaki gajah. Sejak terpeleset tersebut, nafasnya juga makin hari makin pendek dan semakin sesak, tubuhnya melemah, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir sebelum kapal kembali ke Jakarta.

Angga mengaku masih sulit untuk dapat memahami secara medis bagaimana cedera di satu kaki dapat menyebar dan berpengaruh hingga ke dada sampai akhirnya dpaat merenggut nyawa. Di tengah kebingungan itu, bermunculan pula desas-desus mengenai sentuhan tak terlihat dan sosok misterius yang dirasakan juga oleh beberapa ABK lainnya.

Bang Robby Purba tak kuasa menahan emosi saat mendengar bagian ini. “Saya mendengar saja tidak sanggup. Apalagi kamu yang mengalami langsung,” ucapnya. Jenazah Martin dibungkus seadanya dan disimpan dalam pendingin ikan selama perjalanan tiga hari menuju Muara Baru. Sesampainya kapal itu di pelabuhan, muatan dan keseluruhan isi kapal diperiksa aparat untuk memastikan tak ada unsur kekerasan.

Namun bagi Angga, luka itu bukan lah tentang kekerasan atau hal-hal yang berbau hukum lainya. Luka yang cukup menggores hati ini adalah luka yang harus ditanggungnya akibat kehilangan seorang sahabat yang menjadi teman bercanda dan juga teman yang menemani perjalana selama di kapal penuh misteri ini.

Bang Robby menegaskan bahwa di balik cerita mistis, ada balutan persoalan lain yang dapat dikatakan lebih besar, yakni sistem perekrutan ABK yang kerap menipu calon pekerja. Martin diketahui juga menjadi korban penipuan kerja.

“Nyawa ini bukan untuk dipermainkan. Kalau belum waktunya, Tuhan akan jaga. Tapi kita juga jangan menutup mata pada sistem yang salah,” kata Bang Robby.

Menutup episode, Bang Robby menyebut Angga sebagai sosok yang dipilih untuk bertahan hidup karena masih memiliki tujuan yang lebih besar.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut