Dukung Wisata Medis, Layanan Perawatan Gigi Estetik Dikembangkan RS
JAKARTA, iNews.id - Wisata medis di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Wisata medis merupakan jenis wisata yang semakin diminati banyak orang saat ini.
Indonesia memiliki beberapa kota besar dengan fasilitas medis yang berkualitas tinggi dan berstandar internasional, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dan Bandung. Beberapa jenis wisata medis yang populer di Indonesia antara lain operasi plastik, perawatan kecantikan, prosedur gigi, dan pengobatan holistik seperti akupunktur dan refleksiologi.
Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai tempat yang baik untuk melakukan transplantasi organ dan jantung. Namun, ketika memilih untuk melakukan wisata medis, pastikan untuk mencari informasi yang akurat dan memilih rumah sakit atau klinik dengan reputasi yang baik. Terutama bagi yang ingin mencari layanan estetika gigi, rumah sakit di Indonesia juga sudah mengenalkan kepada masyarakat.
Salah satunya, seperti RS Premier Bintaro yang mengenalkan layanan dental unggulan,Premier Cheers Dental. Terdapat 4 dental set, dengan 16 orang dokter gigi, semuanya merupakan dokter gigi spesialis, seperti spesialis gigi anak, spesialis restorasi dan konservasi gigi, spesialis gigi tiruan, spesialis orthodonti, dan spesialis bedah mulut.
Berdasarkan data demografi, pasien RSPB 55 persen mayoritas merupakan kategori usia 20-45 tahun yaitu generasi milenial dan gen z, mereka menggemari foto, update status, dan media sosial. Maka itu, Premier Cheers Dental dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kesan Instagramable.
Premier Cheers Dental beroperasi setiap hari, termasuk Minggu pada layanan Sunday Clinic, dan juga hari besar pada layanan Holiday Clinic, selain itu juga pada Morning Clinic yang dapat memberikan layanan di pagi hari sebelum aktivitas bekerja dimulai. Hal ini diberikan dalam menjawab permintaan pasien yang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi.
CEO RS Premier Bintaro, Martha M.L. Siahaan mengatakan, nantinya Premier Cheers Dental akan menggunakan teknologi termutakhir. Sebagaimana diketahui pada 2022 bersamaan dengan peringatan HUT ke-24, RSPB telah melakukan launching Robotic Spine Surgery yang dinamakan Robbin (Robot Bintaro), yaitu teknologi robotik navigasi terkini untuk operasi tulang belakang.
"Untuk memaksimalkan layanan Premier Cheers Dental, juga akan menggunakan alat-alat dengan Artificial Intelligence. Selain itu tentunya juga didukung oleh tim RSPB yang sudah berpengalaman selama lebih dari 25 tahun," kata dr Martha melalui keterangannya belum lama ini.
Dokter Martha menambahkan, Premier Cheers Dental bersama Center of Excellence lainnya yaitu OrthoSport & Wellness Center merupakan satu kesatuan program Health Tourism. RSPB telah ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara wisata medis berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor: HK.02.2/1/3585/2022 pada tanggal 31 Oktober 2022.
Sebelumnya RSPB juga sudah bekerja sama dengan Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI) dalam penyelenggaraan wisata medis program kerja sama telah ditandatangani pada 10 Oktober 2021 yang disaksikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Tidak seperti pada generasi sebelumnya, saat ini gigi sudah menjadi kebutuhan estetik, kesadaran orang tua masa kini yang merupakan generasi milenial, terhadap kesehatan gigi anaknya sudah meningkat. Untuk itu akan dibuat berbagai program yang terkait dengan pedo-ortho," kata dr Martha.
Misalnya, lanjut dia, di kemudian hari seorang anak akan menjalani suatu profesi yang mengharuskan kondisi rahang dan giginya baik dan rapi, maka sejak dini dapat dilakukan tindakan preventif agar gigi dapat tumbuh dengan baik dan tidak berantakan.
"Beda halnya jika tumbuh kembang giginya tidak diawasi sedini mungkin, maka yang akan dilakukan adalah tindakan korektif seperti pemasangan kawat gigi, tindakan potong rahang, bedah plastik dan lainnya, tentunya biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih mahal," ujar dr Martha.
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri layanan dental di Indonesia masih tergolong mahal, namun lebih murah jika dibandingkan di luar negeri. Oleh karena itu tidak heran jika banyak warga negara asing seperti Australia, mereka memiliki asuransi yang menjamin layanan dental, tapi jika digunakan di negaranya maka plafon asuransinya lebih cepat habis. Dengan demikian mereka banyak yang pergi ke Bali untuk memanfaatkan layanan dental di Indonesia, sekaligus berwisata.
"Mungkin banyak orang menganggap gigi itu bukan hal yang penting. Namun pada kenyataannya cukup banyak penyakit yang diawali dari gigi seperti sinusitis, jantung (kuman masuk ke jantung), infeksi karena gigi, dan juga tetanus akibat gigi bolong yang tidak dirawat dengan baik," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, permasalahan gigi bungsu yang berpotensi tumbuh miring, di mana penanganannya dapat dilakukan dengan tindakan operatif yang dilakukan di ruang operasi. Kelebihan dari poli dental berada di rumah sakit yaitu layanannya terintegrasi dan dapat berkolaborasi dengan berbagai spesialis yang ada apabila ditemukan kasus komplikasi.
Editor: Vien Dimyati