Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Cuma Andalkan Panorama, Labuan Bajo Kini Benahi SDM agar Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Efek Medsos, Wahana Hiburan Kini Berlomba Jadi Spot Instagramable

Kamis, 06 Agustus 2026 - 15:47:00 WIB
Efek Medsos, Wahana Hiburan Kini Berlomba Jadi Spot Instagramable
Ilustrasi wahana permainan yang menjadi destinasi wisata. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Media sosial tak hanya mengubah cara orang berbagi momen liburan, tetapi juga memengaruhi bagaimana destinasi hiburan dirancang. Apa faktanya? 

Kini, arena bermain dan pusat rekreasi tak lagi hanya menawarkan wahana seru, melainkan juga menghadirkan sudut-sudut yang fotogenik agar menarik perhatian pengunjung sekaligus viral di dunia maya.

Perubahan tren tersebut menjadi salah satu sorotan dalam diskusi Future of Play Indonesia 2026 yang berlangsung di sela The 6th Fun Asia Expo Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Ilustrasi wahana bermain instagramable. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi wahana bermain instagramable. (Foto: Istimewa)

Para pelaku industri menilai, kehadiran platform seperti Instagram, TikTok, hingga Threads telah mengubah perilaku masyarakat saat berlibur. Pengunjung kini tidak hanya mencari tempat untuk bersenang-senang, tetapi juga pengalaman yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Fenomena itu membuat operator arena hiburan berlomba menghadirkan konsep yang lebih atraktif. Mulai dari desain interior yang estetik, pencahayaan yang mendukung, hingga wahana interaktif yang mampu menciptakan pengalaman unik dan berkesan.

Chief Executive Officer Mitra Gamesindo, Soen Andy Sunjaya, mengatakan perubahan tren tersebut membuat inovasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.

"Di industri ini, jika Anda tidak berinovasi atau tidak mengikuti arus pasar, Anda tidak akan bertahan," ujar Andy.

Menurutnya, perkembangan media sosial membuat tren hiburan berubah jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Ketertarikan masyarakat terhadap satu jenis permainan kini hanya bertahan sekitar dua hingga tiga tahun sehingga operator harus terus menghadirkan pengalaman baru agar pengunjung tidak bosan.

Tak hanya mengandalkan permainan terbaru, banyak pusat hiburan kini juga mendesain ruang yang lebih ikonik agar setiap sudutnya layak dijadikan latar berfoto maupun membuat konten video pendek.

Corporate System Manager Funworld Indonesia, Melvyn Sutiono, menambahkan masyarakat Indonesia kini juga semakin akrab dengan tren hiburan dari berbagai negara. Berkat media sosial, pengunjung dapat melihat berbagai wahana terbaru di luar negeri dan berharap pengalaman serupa tersedia di dalam negeri.

Karena itu, menurut Melvyn, menghadirkan wahana berstandar internasional, permainan interaktif, hingga lisensi gim eksklusif menjadi salah satu strategi untuk memenuhi ekspektasi pengunjung yang terus meningkat.

Meski demikian, tampilan yang menarik saja tidak cukup menjamin keberhasilan sebuah arena hiburan.

General Manager CBCN Indonesia, Mercedes Amanda, menilai operator juga harus memahami karakter masyarakat di setiap daerah sebelum membangun sebuah destinasi rekreasi. Riset mengenai daya beli, budaya lokal, hingga kebutuhan fasilitas pendukung menjadi faktor penting agar tempat hiburan tetap diminati dalam jangka panjang.

"Tanpa strategi pemasaran dan operasional yang matang, tempat hiburan baru bisa kehilangan pengunjung hanya dalam beberapa bulan setelah dibuka," ujarnya.

Potensi pasar Indonesia sendiri dinilai masih sangat besar. Dengan jumlah penduduk yang mendekati 290 juta jiwa serta tingginya minat wisata keluarga, Indonesia menjadi salah satu pasar paling menjanjikan bagi industri hiburan berbasis lokasi di Asia Tenggara.

Peluang itu turut dilirik berbagai perusahaan global. Salah satunya Nano Systems H.K. Limited, perusahaan teknologi asal Guangzhou yang menghadirkan sistem pembayaran nontunai berbasis RFID dan teknologi pengelolaan arena hiburan. 

Perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 20.000 lokasi di 21 negara itu menilai Indonesia memiliki prospek besar sebagai pusat pertumbuhan industri rekreasi di kawasan.

Ke depan, para pelaku industri optimistis arena hiburan di Indonesia akan terus berkembang. Namun, persaingan diperkirakan tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah wahana, melainkan kemampuan menghadirkan pengalaman yang berkesan, nyaman, dan cukup menarik untuk membuat pengunjung ingin datang kembali, serta membagikannya kepada jutaan pengguna media sosial lainnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut