Eksplorasi Wisata Sabang hingga Merauke lewat Running Indonesia Archipelago 2020
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak cara menikmati destinasi wisata yang ada di Indonesia. Salah satunya melalui Running Indonesia Archipelago 2020.
Kegiatan virtual run ini menjadi terobosan baru dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Running Indonesia Archipelago 2020 merupakan gabungan antara kegiatan pariwisata dan olahraga atau sport tourism. Kegiatan ini dapat menjadi alternatif dan cara unik dalam mengeksplor pariwisata Indonesia.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani mengungkapkan, kegiatan wisata minat khusus berbasis alam atau outdoor, seperti wisata adventure, bersepeda, lari akan diminati oleh masyarakat selepas pandemi Covid-19.
"Sebagai olahraga outdoor, Lari berpotensi bagus untuk dikembangkan di Indonesia karena Indonesia memiliki beberapa lomba lari marathon yang terkenal seperti Jakarta Marathon, Borobudur Marathon, Bali Marathon, Bromo Marathon, hingga Bintan Marathon," kata Rizki Handayani dalam acara virtual Running Indonesia Archipelago 2020, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, deretan olahraga ini memiliki keunggulan dan dapat menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Hal ini tentunya akan menjadi diversifikasi sektor wisata, yang tentunya akan mendatangkan devisa bagi negara.
Event bertajuk Running Indonesia Archipelago 2020 diselenggarakan dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan ke 75 RI. Lari virtual ini merupakan lomba lari virtual terlama yang dimulai dari 18 Juli - 18 Agustus 2020 selama 32 hari dengan jarak terjauh yaitu 8,841 km.
"Pada masa New Normal ini lomba lari dan berwisata belum kembali seperti sedia kala tapi kita perlu mengajak masyarakat tetap aktif berolahraga sambil memperkenalkan destinasi wisata Indonesia," kata Santih Gunawan, perwakilan dari Getfit Organizer.
Tujuannya, lanjut dia, untuk mengobarkan kembali semangat kemerdekaan serta menumbuhkan cinta Tanah Air dan bangsa melalui kegiatan wisata secara virtual.
"Event lari ini adalah lomba beregu, di mana satu tim terdiri 8- 10 orang pelari, dan terdapat tiga tim yang berlomba dengan jumlah peserta 28 orang, artinya satu pelari harus menyelesaikan jarak 884 - 1,105 km selama 32 hari. Berlari mulai dari titik nol Sabang sampai titik nol Merauk," kata dia.
Menurut Santih, peserta tetap berlari di daerah masing-masing dengan memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku tapi hasil pencapaian jarak tempuh tiap hari akan di mapping melalui google maps di Peta Kepulauan Indonesia.
"Jadi seolah-olah pelari berlari menjelajahi kepulauan Indonesia,” tutur Santih.
Rizki menambahkan, berlari secara virtual sudah cukup populer di kalangan penyuka olahraga lari. Kemenparekraf mendukung terselenggaranya Running Indonesia Archipelago 2020 sebagai lomba lari alternatif dan unik yang mengeksplor wisata di Indonesia.
"Ini sekaligus menggabungkan olahraga sehingga menjadi Sport Tourism secara virtual. Kami pun berharap event ini menumbuhkan semangat para pencinta olahraga lari untuk dapat mengunjungi destinasi secara langsung setelah pandemi berakhir, sehingga rantai ekonomi yang sempat terputus karena Covid-19, dapat hidup kembali,” kata Rizki.
Editor: Vien Dimyati