Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Di Balik Sunyi Puhsarang, Destinasi Religi Menyimpan Jejak Sejarah
Advertisement . Scroll to see content

Fakta Kehidupan Suku Samin yang Tinggal di Pedalaman Blora

Jumat, 07 Januari 2022 - 17:01:00 WIB
Fakta Kehidupan Suku Samin yang Tinggal di Pedalaman Blora
Mengenal kehidupan Suku Samin di Pedalaman Blora (Foto: YouTubeJejak Richard)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak hal unik di berbagai daerah Indonesia yang menarik untuk dijelajahi. Salah satu hal unik tersebut yaitu mengenai kehidupan Suku Samin yang berada di pedalaman Blora, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, Suku Samin masih memegang teguh prinsip adat dan tradisi. Kehidupan mereka tidak terpengaruh oleh dunia luar yang hingar bingar.

Lantas, seperti apa kehidupan yang dijalani Suku Samin yang ada di Blora? Berikut ulasannya dirangkum melalui YouTube Channel Jejak Richard, Jumat (7/1/2022).

Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Di antaranya, ada suku yang tetap bertahan dengan nilai adat tradisinya dan ada juga suku yang mulai tergeser mengikuti zaman.

Suku Samin merupakan salah satu kelompok masyarakat adat yang tinggal di pedalaman Blora Jawa Tengah dan masih memegang teguh adat dan tradisi.

Masyarakatnya memiliki ajaran untuk menjunjung tinggi kejujuran serta tidak bersikap sombong. Sama seperti masyarakat Suku Baduy, bepergian jalan kaki merupakan kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat Suku Samin. Bahkan untuk perjalanan antar kota sekalipun mereka tetap berjalan kaki.

Hidup menyatu dengan alam, merupakan kebiasaan Suku Samin sejak dahulu kala. Maka tidak heran jika masyarakat Suku Samin juga tidak mau memetik buah dari atas pohon sebelum buah itu jatuh sendiri ke tanah.

Hidup di tengah hutan Jati, menjadikan masyarakat Suku Samin sebagian besar berprofesi sebagai petani, mulai dari menanam padi, jagung, kacang tanah, dan lain-lain.

Masyarakat Suku Samin juga sudah terbiasa menentang penguasa yang sewenang-wenang sejak pada zaman Belanda. Mereka dikenal selalu menolak membayar pajak dan upeti.

Pada zaman penjajahan, masyarakat Suku Samin menolak saat Belanda hendak mendirikan kebun jati. Tidak sampai di situ, hal ini berlanjut ketika Belanda sudah pergi dari Indonesia. Masyarakat Samin menolak saat mereka hendak dikuasai protani milik pemerintah.

Masyarakat Suku Samin juga menjadikan diri mereka dengan nama ‘Sedulur Sikep’, yang artinya orang-orang yang memiliki sikap, serta punya rasa kemanusiaan yang tinggi.

Mereka tinggal berpencar di tiap desa yang tersebar di Kabupaten Blora, dan kabupaten lain di sekitarnya. Seperti Kabupaten Grobogan, Bojonegoro, Rembang, Pati dan Kudus.

Dalam satu Desa biasanya masyarakat Suku Samin Terdiri dari 5 sampai 6 keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, baik terhadap sesama maupun tidak, masyarakat Suku Samin memegang prinsip ‘Saya ada karena kamu, kamu ada karena saya’.

Prinsip tersebut menjadikan masyarakat Suku Samin tidak mau menyakiti orang lain, tidak mau mengambil hak orang lain, tapi mereka juga tidak mau hak-haknya dirampas.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut