Fakta Menarik Fenomena Alam di Berbagai Negara, Ada Petir Abadi hingga Hujan Darah
JAKARTA, iNews.id - Banyak fenomena alam yang muncul tanpa disadari menuai decak kagum atau justru tatapan melongo seakan tak percaya. Mungkin pula Anda menganggapnya sebagai lelucon atau sesuatu yang ajaib dan di luar akal sehat.
Padahal, ada beberapa fenomena alam yang memang dapat dijelaskan secara ilmiah, seperti pada tujuh fenomena alam berikut ini. Bahkan, fenomena ini menjadi daya tarik dan destinasi wisata bagi wisatawan.
Penasaran apa saja fenomena alam menakjubkan yang dijadikan objek wisata? Berikut ulasannya dirangkum pada Kamis (1/12/2022).
1. Northen Lights, Islandia
Fenomena ini memunculkan bintik-bintik terang, umumnya berwarna merah, hijau, atau biru. Secara ilmiah, ini disebabkan oleh interaksi partikel bermuatan (proton dan elektron) dari matahari dengan ionosfer bumi. Fenomena ini lebih intens selama periode aktivitas matahari yang tinggi.
2. Sort Sol, Denmark
Selama Maret dan April, Anda dapat melihat "sort sol", yang juga disebut matahari hitam. Jangan salah kaprah dulu karena yang dimaksud bukanlah melihat matahari yang menghitam atau memancarkan sinar berwarna hitam melainkan peristiwa ketika hingga satu juta burung berduyun-duyun ke langit saat matahari terbenam. Sebenarnya, terhalang oleh burung-burung tersebut, dan akhirnya dinamakan matahari hitam.
3. Badai petir, Venezuela
Badai petir adalah fenomena atmosfer yang indah, tetapi juga cukup menakutkan. Tingkat badai petir tertinggi tercatat di Venezuela dekat Danau Maracaibo. Badai petir abadi ini hanya terjadi di atas muara Sungai Catatumbo di Venezuela. Saking seringnya, badai petir ini terjadi hingga 280 kali per jam.
4. Moonbow, Zimbabwe
Fenomena atmosfer langka ini bukanlah seperti pelangi yang disebabkan oleh pembiasan cahaya oleh sinar matahari melainkan bernama moonbow, karena disebabkan oleh pantulan cahaya bulan. Musim terbaik untuk mengalami moonbow adalah selama musim gugur dan musim semi. Moonbow dapat dilihat di dekat air terjun seperti di Taman Nasional Yosemite, California. Mereka juga dapat dilihat di dekat Air Terjun Corbin, Kentucky atau Victoria serta di Afrika di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe.
5. Batu bergerak, USA
Death Valley di California adalah salah satu tempat yang paling tidak berpenghuni di planet ini dan juga tempat di mana Anda dapat melihat batu bergerak. Batu yang ditemukan di ujung lintasan di pasir, menunjukkan batu tersebut dapat bergerak. Masih belum ada penjelasan ilmiah untuk fenomena geologis ini mengingat di sekitar lintasan batu tidak ditemukan jejak kaki manusia. Peneliti menyebut ada beberapa kondisi yang menyebabkan batu bisa bergerak, seperti lapisan tanah liat yang tipis, angin atau temperatur yang hangat.
6. Hujan darah, India
Ada banyak laporan tentang hujan merah darah yang jatuh dari langit, tetapi bercak tahun 2001 di Kerala, India. Fenomena ini salah satu yang paling terkenal. Curah hujan merah bukanlah intervensi makhluk luar angkasa, seperti yang diyakini banyak orang saat itu, melainkan disebabkan oleh adanya spora di udara dan ganggang merah yang berasal dari lautan.
7. Pororoca, Brazil
Jika beruntung, Anda dapat menemukan ombak setinggi 13 kaki pada bulan purnama di Februari dan Maret. Hal ini terjadi saat Sungai Amazon bertemu dengan Samudra Atlantik. Ini menjadi kabar baik bagi para peselancar, yang tidak sabar untuk melompat ke sungai dengan papan selancarnya, tapi penduduk asli di wilayah ini justru takut akan kekuatan ombak yang berbahaya. Penyebutan pororoca pun berdasarkan pada beberapa teori, salah satu yang paling populer adalah "poroc-poroc" yang dalam bahasa asli Tupi berarti "kebisingan yang merusak".
Editor: Vien Dimyati