Festival Rakyat Danau Lido 2026: Ajak Pengunjung Bernostalgia dan Peduli Lingkungan
BOGOR, iNews.id - Danau Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi ruang pertemuan masyarakat melalui gelaran Festival Rakyat Danau Lido. Tak sekadar menghadirkan hiburan, festival ini mengajak pengunjung mengenal kembali sejarah kawasan danau sekaligus menikmati kekayaan budaya serta potensi lokal yang dimiliki masyarakat sekitar.
Puncak Festival Rakyat Danau Lido berlangsung di kawasan Soekarno Park KEK MNC Lido City, Cigombong, Minggu (8/11/2026). Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan beragam atraksi budaya, menikmati produk lokal, hingga mengikuti kegiatan edukasi lingkungan.
Mengusung tema 'Bageur ka Danau, Bageur ka Urip', festival ini membawa pesan kearifan lokal Sunda tentang pentingnya menjaga kelestarian danau sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan dikemas untuk memperkenalkan potensi budaya, perikanan, pariwisata, sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

Salah satu daya tarik yang hadir adalah parade rakit berhias hasil kreasi masyarakat. Pengunjung juga dapat menikmati pentas seni budaya lokal, mengunjungi Pasar Bageur, serta melihat bazar ikan nila hasil budidaya masyarakat setempat.
Suasana festival semakin semarak dengan talk show mengenai tata kelola danau berbasis kolaborasi. Sementara itu, anak-anak dapat mengenal pentingnya menjaga alam melalui Kids Eco-Corner, mengunjungi Pojok Sejarah Lido, hingga menyaksikan diseminasi inovasi olahan pangan berbasis perikanan darat.
Camat Cigombong Irwan Soemantri mengatakan, festival ini bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap Danau Lido yang memiliki sejarah panjang bagi warga setempat.
Menurut dia, Danau Lido dahulu menjadi salah satu tempat berkumpul masyarakat, khususnya warga Cigombong. Karena itu, festival ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali nilai sejarah kawasan tersebut kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan untuk menjaga kelestariannya.
"Karena ini tempat memang dulunya penuh dengan historis bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Cigombong. Kegiatan inilah mengangkat kembali, mengingat kembali, termasuk juga upaya-upaya untuk kembali melestarikan Danau Lido itu sendiri. Dimulai dengan kegiatan minimal generasi muda tahu dulu histori dan lain-lain, sehingga mereka mempunyai kecintaan kepada Danau Lido," ujar Irwan.
Lebih jauh, Irwan berharap Festival Rakyat Danau Lido dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang digagas dan dijalankan bersama masyarakat. Dia menyebut, penyelenggaraan tahun ini menjadi langkah awal untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut.
"Insyaallah, ini menjadi sebuah awal yang diinisiasi teman-teman dari BPH, karena ini juga saya berkonsultasi dengan pimpinan, alhamdulillah ke depannya akan menjadi event tahunan. Tempatnya di daerah sekitar sini dengan nama Festival Rakyat Danau Lido," katanya.
Irwan menjelaskan, puncak festival tahun ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Bhumi Pasar Hijau (BPH) yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Sebelum acara puncak, masyarakat lebih dahulu terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengedepankan partisipasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian pra-event tersebut meliputi aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.
Menurut Irwan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa kelestarian danau tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
"Ini rangkaian kegiatan closing dari teman-teman BPH, kebetulan kita dari BPH Pasar Hijau ada kegiatan di Kampung Tambakan, ini adalah closing ceremony-nya setelah melaksanakan kegiatan beberapa bulan," ujarnya.
Penyelenggaraan Festival Rakyat Danau Lido juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasar Hijau, Danone, hingga KEK MNC Lido City.
Irwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk KEK MNC Lido City yang telah memberikan izin penggunaan kawasan Soekarno Park sebagai lokasi festival.
"Alhamdulillah ucapan terima kasih yang telah mengizinkan tempat ini, karena ini masuk ke kawasan KEK. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas diizinkannya kegiatan ini dilaksanakan di kawasan," tuturnya.
Melalui festival ini, Danau Lido tidak hanya dihadirkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai ruang untuk merawat ingatan kolektif, memperkenalkan budaya lokal, dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Jika rencana tersebut terealisasi, Festival Rakyat Danau Lido berpeluang menjadi agenda tahunan yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan kehidupan lokal Cigombong kepada lebih banyak pengunjung.
Editor: Muhammad Sukardi