Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menjelajahi Danau Lido Lewat Festival Rakyat, Ada Parade Rakit hingga Pasar Bageur
Advertisement . Scroll to see content

Festival Rakyat Danau Lido 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal hingga Pelestarian Budaya

Minggu, 08 November 2026 - 17:56:00 WIB
Festival Rakyat Danau Lido 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal hingga Pelestarian Budaya
Festival Rakyat Danau Lido 2026 mengangkat UMKM lokal hingga pelestarian alam dan budaya. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Festival Rakyat Danau Lido 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengangkat potensi budaya lokal, serta menghidupkan kembali kepedulian terhadap kelestarian danau.

Digelar di kawasan Soekarno Park KEK MNC Lido City, Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (8/11/2026), festival ini melibatkan masyarakat dari berbagai desa untuk menampilkan potensi yang dimiliki daerah mereka.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran sekitar 32 tenan yang menawarkan beragam produk lokal. Mulai dari makanan tradisional, minuman, buah-buahan, hingga berbagai produk hasil kreativitas masyarakat turut meramaikan festival.

Festival Rakyat Danau Lido 2026. (Foto: Niko Prayoga)
Festival Rakyat Danau Lido 2026. (Foto: Niko Prayoga)

Sekretaris Pelaksana Festival Rakyat Danau Lido 2026, Michael Silalahi, mengatakan kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat di sekitar danau. Melalui festival tersebut, warga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM sekaligus mengembangkan potensi pariwisata daerah.

"Festival Rakyat Danau Lido ini sebenarnya merupakan sebuah ruang kolaborasi bagi seluruh masyarakat, elemen-elemen yang berada di sekitar Danau Lido untuk meningkatkan kembali terkait UMKM, terkait pariwisata dan juga untuk menumbuhkan kembali niat untuk memperbaiki atau menjaga melestarikan Danau Lido," ujar Michael.

Dia menjelaskan, puluhan tenan yang hadir berasal dari berbagai desa di sekitar kawasan Danau Lido. Produk yang ditampilkan pun beragam, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih dekat kekayaan kuliner dan hasil usaha masyarakat setempat.

"Untuk tenan sendiri ada sekitar 32 tenan mulai dari seluruh desa kita ambil untuk berpartisipasi dalam Festival Rakyat Danau Lido kemudian mulai dari makanan-makanan tradisional, minuman, buah-buahan," tambahnya.

Selain menjadi panggung bagi pelaku UMKM, festival ini juga menghadirkan berbagai atraksi budaya dan kegiatan edukasi. Ribuan pengunjung disuguhkan parade rakit berhias hasil kreasi warga, pentas seni budaya lokal, Pasar Bageur, hingga bazar ikan nila hasil budidaya masyarakat.

Ada pula talk show mengenai tata kelola danau berbasis kolaborasi yang mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan. Anak-anak juga mendapatkan ruang edukasi melalui Kids Eco-Corner, sementara Pojok Sejarah Lido menjadi sarana untuk mengenalkan perjalanan danau kepada generasi muda.

Festival ini mengusung tema "Bageur ka Danau, Bageur ka Urip" yang membawa pesan kearifan lokal Sunda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Michael menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Keterlibatan masyarakat, pemerintah, komunitas, hingga sektor swasta diharapkan dapat memperkuat upaya mengembangkan potensi daerah sekaligus menjaga Danau Lido.

"Kolaborasi yang kita angkat untuk seluruh stakeholder yang berada di sekitar ini menurut saya sangat baik," ungkapnya.

Semangat tersebut juga terlihat dari rangkaian kegiatan pra-event yang telah berlangsung sebelum puncak festival. Sejumlah aktivitas berbasis partisipasi publik digelar, mulai dari aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.

Sementara itu, Camat Cigombong Irwan Soemantri membuka peluang agar Festival Rakyat Danau Lido dapat menjadi agenda tahunan yang diinisiasi masyarakat.

Menurut Irwan, festival tersebut juga menjadi momentum untuk mengangkat kembali sejarah Danau Lido yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat, khususnya warga Cigombong. Dia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kawasan tersebut.

Festival Rakyat Danau Lido di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Niko Prayoga)
Festival Rakyat Danau Lido di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Niko Prayoga)

"Karena ini tempat memang dulunya penuh dengan historis bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Cigombong. Kegiatan inilah mengangkat kembali, mengingat kembali, termasuk juga upaya-upaya untuk kembali melestarikan Danau Lido itu sendiri. Dimulai dengan kegiatan minimal generasi muda tahu dulu histori dan lain-lain, sehingga mereka mempunyai kecintaan kepada Danau Lido," kata Irwan.

Dia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini merupakan langkah awal untuk menjadikan festival tersebut sebagai kegiatan rutin masyarakat.

"Insyaallah, ini menjadi sebuah awal yang diinisiasi teman-teman dari BPH, karena ini juga saya berkonsultasi dengan pimpinan, alhamdulillah ke depannya akan menjadi event tahunan. Tempatnya di daerah sekitar sini dengan nama Festival Rakyat Danau Lido," ujarnya.

Penyelenggaraan Festival Rakyat Danau Lido 2026 merupakan hasil kolaborasi masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasar Hijau, Danone Indonesia, serta KEK MNC Lido City.

Melalui kegiatan ini, Festival Rakyat Danau Lido diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengembangkan usaha lokal, memperkenalkan budaya daerah, dan membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian Danau Lido.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut