Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Liburan ke Tanjung Lesung Aman?
PANDEGLANG, iNews.id – Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Di tengah aktivitas vulkanik tersebut, bagaimana kondisi wisata di Tanjung Lesung Banten?
Menurut laporan yang diterima iNews.id, aktivitas wisata di kawasan Tanjung Lesung hingga kini masih berlangsung normal. Wisatawan tetap datang dan menikmati sejumlah kawasan pantai, sementara aktivitas rekreasi serta operasional akomodasi juga berjalan seperti biasa.
Salah satunya Yanuar (39), wisatawan asal Jakarta yang datang bersama rombongan keluarga. Sebelum berangkat, dia mengaku sempat mencari informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Setelah mengetahui jarak Tanjung Lesung dengan Gunung Anak Krakatau cukup jauh, Yanuar memutuskan tetap melanjutkan rencana liburan yang telah disiapkan sejak jauh-jauh hari.
"Awalnya kami sempat mencari informasi dulu terkait erupsi ini. Setelah mengetahui lokasinya cukup jauh dari Tanjung Lesung, kami tetap melanjutkan rencana liburan. Sampai sekarang suasananya normal dan anak-anak juga menikmati liburannya," kata Yanuar.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, pada 11 September 2026 periode pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
Dalam laporan tersebut, gunung api teramati dengan kondisi kabut 0–III. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 10–50 meter dari puncak.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi PVMBG serta BPBD setempat.
Penyelidik Bumi Madya Badan Geologi, Kementerian ESDM, Mochamad Nugraha Kartadinata, menjelaskan Tanjung Lesung berada sekitar 50 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Dengan jarak tersebut, Tanjung Lesung berada jauh di luar radius 3 kilometer yang menjadi batas rekomendasi untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pusat erupsi.
"Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah," kata Nugraha.
Menurut Nugraha, Krakatau memiliki nilai penting dari sisi geologi sekaligus menjadi bagian dari potensi wisata Banten. Namun, aktivitas wisata tetap perlu mengikuti ketentuan dan pemantauan resmi pemerintah.
"Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan serta pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman untuk dikunjungi," ujarnya.
Sejalan dengan penjelasan tersebut, pengelola Tanjung Lesung menyatakan aktivitas kawasan masih berjalan normal. Pemantauan terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau juga terus dilakukan bersama instansi terkait.
Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG, serta instansi terkait untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung api.
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau dipantau secara ketat oleh PVMBG dan BMKG. Hingga saat ini operasional kawasan tetap berlangsung normal karena berada di luar zona dampak langsung," kata Ivonne.
Dia mengatakan pengelola tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.
"Kami terus memantau perkembangan situasi secara real time dan siap mengambil langkah-langkah sesuai prosedur jika diperlukan. Sebagai destinasi wisata pantai, kami juga terus beradaptasi dengan kondisi di lapangan dan melakukan berbagai langkah preventif demi kenyamanan serta keselamatan wisatawan," ujarnya.
Sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga, pengelola untuk sementara menutup paket wisata yang mendekati kawasan gunung api tersebut, termasuk Krakatau Trip.
Sementara itu, aktivitas wisata di kawasan Tanjung Lesung masih terlihat di sejumlah pantai, terutama pada akhir pekan.
Ada empat pantai yang menjadi pilihan wisatawan, yakni Pantai Lalassa, Pantai Ladda, Pantai Bodur, dan Pantai Tanjung Lesung.
Wisatawan masih dapat menikmati suasana pesisir dengan berenang ataupun berjalan-jalan di tepi pantai. Aktivitas olahraga air seperti jetski, banana boat, dan kayak juga masih tersedia di Pantai Lalassa.
Menurut pengelola, kunjungan wisatawan bahkan meningkat selama periode libur sekolah pada 22 Juni–11 Juli 2026.
Meski demikian, wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan pesisir Banten tetap perlu memantau perkembangan terbaru Gunung Anak Krakatau sebelum melakukan perjalanan.
Informasi dari PVMBG, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah menjadi rujukan penting, khususnya apabila terjadi perubahan status aktivitas gunung api maupun rekomendasi keselamatan.
Selain Tanjung Lesung, wisatawan juga memiliki sejumlah pilihan destinasi lain di Banten, mulai dari kawasan sejarah Banten Lama, Desa Baduy, hingga Taman Nasional Ujung Kulon.
Dengan kondisi terkini, aktivitas wisata di Tanjung Lesung masih berlangsung, sementara kegiatan yang mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dibatasi sesuai rekomendasi PVMBG.
Editor: Muhammad Sukardi