Inspirasi Wisata Bandung, Asyiknya Menjelajahi Tebing Terpopuler di Dago
JAKARTA, iNews.id - Memilih Bandung sebagai destinasi tujuan wisata saat weekend menjadi pilihan tepat. Apalagi, Anda memilih wisata pegunungan yang menyajikan pemandangan indah serta udara sejuk.
Ada satu tempat yang bisa dikunjungi, yaitu Tebing Keraton. Tebing ini terlihat sederhana. Tapi, sudah terkenal di kalangan wisatawan. Banyak julukan yang melekat pada tebing bernama Keraton, di antaranya Tebing Instagram, Tebing Mainstream, dan Tebing Paling Ngehits se-Bandung.
Tebing Keraton terkenal karena banyaknya pengguna media sosial, khususnya Instagram yang meng-upload foto dengan latar belakang tebing. Memang bukan pemandangan kerlap-kerlip lampu Kota Bandung seperti di Bukit Moko. Tapi, di Tebing Keraton ini, Anda bisa menyaksikan hijaunya Bandung dari atas tebing berketinggian sekitar 1.200 mdpl.
"Buat Sobat Pesona yang sudah pernah ke Bandung, pasti tahu betul keindahan kota ini. Secara geografis, Bandung dikelilingi dataran tinggi dan pegunungan yang otomatis menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata. Salah satu kawasan di Bandung yang sering dikunjungi orang adalah Dago. Di kawasan ini banyak tempat pilihan untuk menghilangkan penat, salah satunya adalah Tebing Keraton. Tebing yang ada di kawasan perbukitan Dago ini memiliki pemandangan yang indah dan menawan. Hijau perbukitan yang membentang akan memanjakan mata setiap orang yang berkunjung ke sana. Dengan pemandangan seperti ini, maka wisatawan tak akan ragu lagi untuk mengabadikannya lewat foto-foto. Selain berfoto-foto, apa lagi, ya, aktivitas yang bisa dilakukan di Tebing Keraton?," tulis Instagram @pesona_travel, dikutip Sabtu (12/10/2019).
Tebing Keraton menyajikan pemandangan hamparan patahan Lembang dengan balutan hutan lebat yang diselimuti kabut.
Tebing Keraton masih termasuk kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Lokasinya terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Saat ini, Tebing Keraton dikelola oleh Perum Perhutani Jawa Barat.
Sejauh mata memandang, hamparan hijau pepohonan yang disertai semilir angin akan menyapa setibanya di puncak tebing. Rasakan sensasi berada di atas tebing yang dikelilingi pegunungan penuh dengan pemandangan hutan pinus.
Tebing Keraton juga menjadi spot cantik untuk foto.Tempat ini menjadi salah satu spot sempurna melihat sunrise dan sunset. Perpindahan kabut, perpindahan warna langit, dan udara yang sejuk akan Anda nikmati ketika ada di perpindahan sunset atau sunrise.
Waktu terbaik untuk menikmati pemadangan Tebing Keraton adalah di pagi hari. Sekitar pukul 06.00 WIB. Anda akan menyaksikan indahnya matahari yang mulai mengintip dari balik hutan.
Bila tak sempat mengunjungi Tebing Keraton di pagi hari, pemandangan matahari terbenam pun tak kalah memesona untuk disaksikan. Gradasi warna oranye di langit terlihat indah mirip lukisan.
Salah satu spot foto yang paling banyak diposting adalah batu di ujung tebing yang menjorok ke jurang. Anda diharuskan berhati-hati bila ingin foto di sini, kontur tanahnya berpasir dan licin.
Bagi penggemar selfie ataupun pegiat fotografi, tempat ini bisa menambah nilai estetika dari foto yang akan diambil. Siapkan berbagai pose sebelum sampai Tebing Karaton. Sebab, Anda harus bergantian dengan pengunjung lain yang juga ingin eksis di media sosial.
Tak sulit untuk bisa menikmati sisi lain dari Bandung ini. Lokasinya masih di dalam kota. Tempat wisata ini hanya berjarak 6.5 kilometer dari Terminal Dago. Perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke Tebing Keraton bisa melalui arah Dago Pakar, Padasuka, dan Punclut.
Bila membawa mobil, Anda harus parkir 2,5 km dari lokasi Tebing Keraton. Selanjutnya, bisa berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek dengan harga Rp50.000 pulang pergi. Sedangkan untuk yang membawa roda dua, bisa langsung ke lokasi. Tetapi harus berhati-hati karena jalan bebatuan terjal dan agak sempit.
Tiket masuk Tebing Keraton sebesar Rp11.000, di luar biaya parkir. Untuk motor dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 dan mobil Rp10.000. Tidak disarankan membawa anak kecil ke lokasi ini, karena fasilitas pengamanan yang dibuat masih sangat sederhana. Hanya ada pagar kayu sebagai pengaman tebing ini.
Editor: Vien Dimyati