Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kain Perca Naik Kelas! Sisa Produksi Fashion Disulap Jadi Karya Seni
Advertisement . Scroll to see content

Instalasi Seni Unik Bakal Hadir di TIM Jakarta, Mengulik Sisi Lain Telur Ayam!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:23:00 WIB
Instalasi Seni Unik Bakal Hadir di TIM Jakarta, Mengulik Sisi Lain Telur Ayam!
Ilustrasi ayam petelur. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Bosan dengan pilihan wisata akhir pekan di Jakarta yang itu-itu saja? Jika biasanya pameran seni identik dengan lukisan, patung, atau instalasi yang sekadar memanjakan mata, ada pengalaman berbeda yang bisa dicoba di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada awal September mendatang.

Sebuah instalasi imersif akan mengajak pengunjung mengulik sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi jarang dipikirkan lebih jauh, yaitu telur ayam.

Lewat pameran 'Beyond the Cage', pengunjung tidak hanya diajak melihat karya seni, tetapi juga mengikuti perjalanan tentang apa yang terjadi sebelum telur sampai ke meja makan.

Pameran yang digelar Act For Farmed Animals (AFFA) tersebut rencananya akan berlangsung pada 5-7 September 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Menariknya, masyarakat bisa mengunjunginya secara gratis.

Wisata Seni dengan Cerita Tidak Biasa

Beyond the Cage menawarkan cara berbeda untuk menikmati seni. Alih-alih hanya datang, melihat karya, lalu pulang, pengunjung diajak mengikuti perjalanan yang menggabungkan seni, cerita, dan pengalaman imersif.

Tema yang diangkat pun cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Telur yang hampir selalu tersedia di dapur ternyata memiliki cerita panjang sebelum menjadi bahan makanan.

Di balik sebutir telur terdapat proses produksi yang melibatkan ayam petelur, sistem pemeliharaan, peternakan, hingga rantai pasok yang kemudian menghubungkannya dengan konsumen.

Persoalan tersebut dibawa ke ruang seni agar masyarakat dapat melihatnya dari perspektif yang lebih dekat dan mudah dipahami.

"Telur sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi sistem di balik produksinya hampir tidak pernah terlihat oleh konsumen. Beyond the Cage ingin membawa persoalan itu ke ruang publik," ujar Pemimpin Kampanye Act For Farmed Animals, Elfha Shavira, dalam keterangan resmi, Minggu (30/8/2026).

Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami bagaimana telur diproduksi, semakin terbuka pula percakapan mengenai kesejahteraan ayam dan tanggung jawab perusahaan dalam rantai pasok.

Mengintip Kehidupan Ayam Petelur

Salah satu persoalan yang diangkat dalam pameran ini adalah penggunaan kandang baterai dalam pemeliharaan ayam petelur.

Dalam sistem tersebut, ayam dipelihara secara berkelompok di dalam kandang kawat dengan ruang gerak yang terbatas. Materi AFFA menyebut area yang tersedia bagi setiap ayam sekitar 450 sentimeter persegi, atau bahkan lebih kecil dibandingkan luas selembar kertas A4.

Kondisi tersebut dapat membatasi ayam untuk melakukan sejumlah perilaku alaminya, seperti mengepakkan sayap, bertengger, mandi debu, membuat sarang, bergerak, dan bersosialisasi.

Isu inilah yang kemudian menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan konsep cage-free, yakni sistem pemeliharaan ayam petelur tanpa kandang baterai.

Dalam sistem cage-free, ayam memiliki kesempatan lebih besar untuk bergerak, mengepakkan sayap, bertengger, menggunakan area sarang, serta melakukan perilaku alami lainnya.

Bagi pengunjung, informasi ini bisa menjadi pengalaman baru: melihat telur bukan sekadar sebagai bahan makanan, tetapi juga memahami proses panjang yang berada di belakangnya.

Tak Berhenti pada Isu Hewan

Menariknya, pembahasan dalam Beyond the Cage tidak hanya berkutat pada kesejahteraan ayam.

Pameran ini juga membuka perspektif mengenai keamanan panga dan bagaimana kondisi di sepanjang rantai produksi dapat berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi manusia.

Sejumlah penelitian telah melihat hubungan antara sistem pemeliharaan ayam petelur dengan keberadaan Salmonella. 

Kajian European Food Safety Authority (EFSA) pada 2019 menemukan bahwa secara keseluruhan bukti penelitian mengarah pada kejadian Salmonella yang lebih rendah pada sistem non-kandang dibandingkan sistem kandang.

Namun, temuan tersebut tidak berarti tipe kandang menjadi satu-satunya faktor penentu. EFSA juga mencatat bahwa hasil antarpenelitian tidak sepenuhnya konsisten dan penyebab perbedaannya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan sistem pemeliharaan.

Di Indonesia, penelitian Universitas Gadjah Mada terhadap telur dari gerai ritel dan peternakan ayam petelur di Yogyakarta juga menemukan isolat Salmonella yang resisten terhadap antibiotik, termasuk beberapa yang menunjukkan resistensi terhadap lebih dari satu jenis antibiotik.

Karena itu, keamanan telur juga berkaitan dengan bagaimana keseluruhan rantai produksi dikelola, termasuk praktik peternakan dan penggunaan antibiotik.

Dari Melihat hingga Ikut Berpikir

Beyond the Cage dikemas dengan konsep 'Learn → Feel → Hope → Act'. Artinya, pengunjung akan diajak terlebih dahulu mengenal kehidupan ayam dalam sistem kandang baterai. 

Setelah itu, pengalaman diarahkan untuk membangun empati, mengenal alternatif cage-free, hingga memahami bentuk dukungan yang dapat dilakukan masyarakat.

Pendekatan semacam ini membuat pameran tersebut menarik sebagai pilihan wisata seni anti-mainstream di Jakarta.

Pengunjung tidak harus datang sebagai orang yang sudah memahami isu kesejahteraan hewan. Justru, rasa ingin tahu menjadi pintu masuk untuk menikmati karya sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.

Seniman Inkomee turut menghadirkan karya dalam pameran ini. Melalui pendekatan artistik, isu yang biasanya ditemui dalam bentuk laporan, angka, atau dokumentasi dapat terasa lebih dekat dengan pengunjung.

So, apakah Anda tertarik untuk melihat instalasi seni unik ini di Taman Islamil Marzuki Jakarta mendatang? 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut