Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bali Dinobatkan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Paris dan Roma
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Wisata Kelas Dunia, Borobudur Akan Miliki Keunikan Wisata dan Ekonomi Kreatif

Jumat, 20 Desember 2019 - 11:32:00 WIB
Jadi Wisata Kelas Dunia, Borobudur Akan Miliki Keunikan Wisata dan Ekonomi Kreatif
Borobudur akan memiliki keunikan (Foto : Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Borobudur menjadi salah satu destinasi super prioritas yang akan menjadi wisata kelas dunia. Ada banyak keunikan di Borobudur yang dapat memikat wisatawan berkunjung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, Borobudur harus memiliki keunikan tersendiri agar mudah dipromosikan ke wisatawan mancanegara (wisman).

Untuk melihat perkembangan pembangunan infrastruktur di Borobudur, Wishnutama bersama Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo meninjau langsung perkembangan terkini destinasi super prioritas Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (19/12/2019). Kunjungan diawali ke Desa Wisata Nglinggo di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Di sana mereka menikmati panorama kebun teh dan berbincang dengan para pelaku ekonomi kreatif, seperti produsen batik dan UKM. Menparekraf Wishnutama menekankan soal pentingnya pengemasan produk kepada para pelaku UKM.

"Packaging nanti kami bantu. Karena bukan hanya kualitas, tapi ‘look’ juga harus diperhatikan," kata Menparekraf sembari mencoba Kopi Moka Menoreh.

Menparekraf Wishnutama juga menyinggung soal sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, terdapat 16 subsektor ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di suatu desa wisata dan menjadi nilai tambah untuk pengunjung.

"Di mana ada destinasi wisata, di situ ada ‘local wisdom’. Di situlah berkembang ekonomi kreatif seperti kuliner, suvenir sampai fotografi yang akan menyejahterakan masyarakat," ujarnya.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke DeLoano Glamping. Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo berdiskusi dengan tim Badan Otorita Borobudur (BOB), Bupati Kulon Progo Sutedjo, dan beberapa tim dari dinas pariwisata di Jawa Tengah.

"Ada beberapa tantangan dan kita butuh dari beberapa kementerian terkait seperti penyelesaian status HPL 50 hektare pada KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), kerja sama BOB-Perhutani 259 hektare dengan Kementerian BUMN, penyediaan infrastruktur dasar dengan Kementerian PUPR, penerbangan langsung internasional dengan Kemenhub, serta product travel pattern dan standarisasi usaha dan SDM pariwisata dengan Kemenparekraf," kata Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita.

Indah Juanita pun menampilkan masterplan Destinasi Prioritas Borobudur, berupa villa dan berbagai fasilitas penunjang pariwisata seperti restoran dan lainnya. Tentu, pembangunan-pembangunan tersebut selaras dengan alam.

"Pasti kita bantu menyampaikan kepada kementerian terkait. Saya juga akan bertemu dengan petinggi-petinggi maskapai asing yang juga akan meminta mereka untuk membuka penerbangan ke Yogyakarta International Airport (YIA)," ujar Menparekraf Wishnutama.

Terakhir, Menparekraf Wishnutama ingin agar perkembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur punya nilai keunikan tersendiri. Dengan demikian, akan membuat Borobudur semakin mudah dipromosikan kepada wisatawan Nusantara dan mancanegara.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut