Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transjakarta Kelola Transportasi Kepulauan Seribu Mulai 2027, Siapkan Kapal
Advertisement . Scroll to see content

Jelajah Kepulauan Seribu: Ada Penyu hingga Indahnya Terumbu Karang

Rabu, 02 September 2026 - 12:21:00 WIB
Jelajah Kepulauan Seribu: Ada Penyu hingga Indahnya Terumbu Karang
Penyu di Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Laut Kepulauan Seribu memang terlihat cantik dari permukaan. Namun, di balik air biru dan gugusan pulau yang memesona, ada kehidupan yang diam-diam menghadapi ancaman serius. Salah satunya penyu.

Satwa laut ini bisa keliru mengira plastik bening yang mengapung di laut sebagai ubur-ubur. Sampah tersebut kemudian ditelan dan dapat membahayakan kehidupan penyu.

Fakta itu menjadi salah satu pengalaman yang membuka mata saat puluhan peserta Jakarta Ecotourism Festival 2026 menjelajahi Kepulauan Seribu. Mereka tidak hanya disuguhi panorama laut, tetapi juga diajak melihat lebih dekat ekosistem yang membuat kawasan tersebut tetap hidup.

Di Pulau Pramuka, peserta mengunjungi Pusat Suaka Penyu. Di sana, mereka mengenal lebih dekat kehidupan penyu sekaligus ancaman yang dihadapi satwa tersebut.

Di Kepulauan Seribu terdapat penyu hijau dan penyu sisik. Peserta diperkenalkan dengan perjalanan hidup penyu, mulai dari telur, menetas menjadi tukik, hingga tumbuh menjadi penyu dewasa.

Pengalaman itu memberikan gambaran bahwa menjaga laut bukan sekadar persoalan mempertahankan pemandangan agar tetap indah. Ada banyak makhluk hidup yang bergantung pada kebersihan dan kesehatan ekosistem laut.

Terumbu Karang hingga Mangrove

Keindahan bawah laut Kepulauan Seribu juga menjadi bagian yang tidak kalah menarik. Anda bisa melihat ekosistem terumbu karang dan mangrove sekaligus berbagai upaya rehabilitasi yang dilakukan untuk menjaganya.

Salah satu yang diperkenalkan adalah budidaya ikan nemo. Kehadiran terumbu karang, mangrove, dan berbagai biota laut tersebut menunjukkan bahwa kawasan wisata bahari memiliki kehidupan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar hamparan laut untuk dinikmati wisatawan.

Di perairan Pulau Tidung, wisatawan juga mengenal konsep kawasan konservasi laut berbasis masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan laut yang juga menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Sementara itu, Pulau Pramuka menjadi salah satu ruang untuk melihat bagaimana wisata dan edukasi mengenai lingkungan dapat berjalan berdampingan. Pulau tersebut merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu sekaligus salah satu tujuan wisata dan edukasi kelautan.

Perjalanan ini menjadi pengalaman berbeda bagi peserta yang berasal dari berbagai kampus di Jakarta. Selama tiga hari dua malam sejak 28 Agustus 2026, mereka tidak hanya menikmati suasana pulau, tetapi juga melihat langsung persoalan dan upaya menjaga ekosistem laut.

Ada penyu yang harus dilindungi, terumbu karang yang perlu direhabilitasi, mangrove yang harus dipertahankan, hingga masyarakat yang ikut menjaga kawasan laut.

Pada akhirnya, pesona Kepulauan Seribu bukan hanya terletak pada air lautnya yang biru atau pemandangan pulaunya. Justru kehidupan yang berada di baliknya menjadi alasan mengapa kawasan tersebut layak dijaga.

Sebab, ketika sampah dibuang sembarangan ke laut, yang terdampak bukan hanya pemandangan. Penyu, ikan, terumbu karang, mangrove, dan seluruh ekosistem laut ikut mempertaruhkan keberlangsungan hidupnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut