Jelajahi Banyu Urip Mangrove Gresik, Jembatan Kayunya Terlihat Instagramable
JAKARTA, iNews.id - Tanaman mangrove yang tumbuh subur di sebelah kanan dan kiri jembatan kayu ini terlihat begitu hijau. Berada di sini, akan membuat pikiran, hati dan mata menjadi segar kembali.
Udaranya begitu sejuk. Tidak percaya? Datang saja ke Banyu Urip Mangrove Center yang ada di Dusun Banyu Legi, Desa Banyu Urip, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik.

"Salah satu spot ekowisata yang ada di Kabupaten Gresik, Banyu Urip Mangrove Center. Tanaman mangrove yang tumbuh subur di sebelah kanan dan kiri jembatan kayu ini terlihat begitu hijau. Di mana perpaduan suasana tenang dan hijaunya mangrove yang ada di sana dapat membuat pikiran, hati dan mata kita jadi segar kembali. Udara yang segar di sana juga bisa Anda rasakan ketika berjalan di sepanjang jembatan kayu yang ada di area mangrove ini," tulis Instagram @Gresiktourism, dikutip Senin (2/9/2019).
Ekowisata Mangrove Banyu Urip atau Banyu Urip Mangrove Center (BMC) menjadi daya tarik wisata baru di Gresik. Tempat ini menawarkan pesona alam pesisir pantai dengan hutan mangrove dan ekosistem muara sungai yang eksotis dan memesona.
Berawal dari usaha untuk mencegah abrasi pantai, warga dan para nelayan yang berada di sekitar Ekowisata Mangrove Banyu Urip sepakat untuk menanam pohon mangrove sejak 19 tahun lalu. Tanpa disangka, keberadaan hutan mangrove tersebut justru menarik minat masyarakat Gresik untuk berwisata.
Destinasi wisata pohon mangrove ini berada di luas lahan sekitar 2 hektare, dilengkapi fasilitas gazebo dan area jogging track. Para pengunjung bisa menelusuri jalan setapak yang terbuat dari kayu, dengan pemandangan hutan mangrove.
Tak hanya pohon mangrove, begitu berada di pintu masuk, pengunjung akan disuguhi pemandangan pohon cemara di kiri dan kanan jalan. Pengunjung juga bisa melihat area pembibitan pohon cemara dan mangrove. Jumlahnya sekitar 60 ribu bibit.
Lahan pembibitan mangrove tersebut sering didatangi oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta. Mereka biasanya melakukan riset atau penelitian tentang mangrove.
Sekelompok burung bangau yang memang menjadikan hutan mangrove itu menjadi habitat mereka menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat ini. Selain itu, deretan perahu nelayan yang pulang dari melaut, serta suasana pasar nelayan tempat transaksi hasil laut seperti kerang dan lain-lain membuat tempat ini semakin menarik.
Lokasi Banyu Urip Mangrove Center bisa ditempuh dengan kendaraan darat dari tiga jalur, yaitu jalur Ujung Pangkah–Banyu Urip, jalur Sekapuk–Banyu Urip, dan jalur Dalegan–Banyu Urip. Letaknya sekitar 35 kilometer dari Kota Surabaya atau sekitar 23 kilometer dari Kota Gresik. Kawasan ini buka setiap hari, mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tiket masuknya Rp10.000 per orang. Bagaimana, tertarik menikmati eksotisme Mangrove Center di Gresik?
Editor: Vien Dimyati