Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yordania Kirim Jet Tempur Bantu Amerika Gempur ISIS di Suriah
Advertisement . Scroll to see content

Jordan Tourism Board Tawarkan Single Destination Berwisata ke Yordania 

Rabu, 13 Maret 2024 - 14:30:00 WIB
Jordan Tourism Board Tawarkan Single Destination Berwisata ke Yordania 
Ketua Umum Astindo Pauline Suharno (kanan) bersama Marketing Spesialist Jordan Tourism Board Suhaib Albakheet di sela acara Astindo FAM Workshop The Indonesian Travel Agents Association, Minggu (10/3/2024). (Foto: iNews.id/SM Said)
Advertisement . Scroll to see content

AMMAN, iNews.id - Pemerintah Kerajaan Yordania (Jordan) lewat Jordan Tourism Board (JTB) menawarkan Single Destination untuk berwisata ke negara tersebut. Hal ini dilakukan Jordan Tourism Board dengan mengundang sejumlah agen perjalanan wisata atau travel agent dan media massa dari Indonesia untuk melihat langsung sejumlah tempat wisata yang menjadi icon dan landmark di negara tersebut.

Sejumlah tempat tersebut di antaranya Roman Theater, Citadel, Al Karak Castle, Wadi Rum hingga Laut Mati (Dead Sea).

Marketing Spesialist Jordan Tourism Board Suhaib Albakheet mengatakan, JTB ingin menunjukkan lebih banyak kepada pasar Indonesia apa yang ditawarkan Yordania dari sudut pandang yang berbeda.

"Seperti yang Anda lihat, kami memiliki jenis paket wisata yang berbeda. Jadi kami mempertemukan operator tur dengan media sehingga dapat melihat semua situs atau tempat wisata yang ditawarkan Yordania," kata Suhaib di sela acara Astindo FAM Workshop The Indonesian Travel Agents Association, Minggu (10/3/2024).

Jordan Tourism Board, kata Suhaib, ingin sekali menjadikan Yordania sebagai tujuan tunggal (single destinasi) wisata. 

"Kita (JTB) ingin mewujudkannya dalam satu paket berwisata untuk pasar Indonesia dan kami menargetkan hal itu dan saya pikir kami bisa mencapainya. Kita punya banyak produk yang bisa ditawarkan di bidang pariwisata. Karena Yordania punya banyak hal untuk ditawarkan," kata Suhaib di sela acara Work Shop di Hotel Landmark Amman Yordania, Minggu (10/3/2024).

Menurut dia, ini adalah suasana yang berbeda dengan yang orang Indonesia lihat. "Kita punya Laut Mati, yang merupakan titik terendah di bumi. Kita punya kawasan hijau, kita punya gurun. Jadi semua paket itu, ditambah lagi mereka bisa umrah ditambah pariwisata di mana para wisatawan bisa datang untuk umrah juga setelah itu mereka bisa mengunjungi semua tempat yang ada di Yordania ditambah situs-situs Islam sebagai tempat suci para sahabat nabi," kata Suhaib.

Namun Suhaib mengaku belum menargetkan angka kunjungan wisata dari Indonesia ke Yordania. "Kami belum menargetkan angka pastinya. Seperti yang Anda ketahui, dalam pariwisata, banyak sekali fluktuasi dalam aktivitas apa pun yang perlu Anda lakukan. Namun kami menargetkan untuk memiliki lebih banyak wisatawan dari Indonesia dan memiliki paket tunggal Yordania sebagai tujuan tunggal," kata Suhaib.

Suhaib menegaskan, angka kunjungan wisatawan memang bagus dari pasar Indonesia dalam setahun terakhir. "Data kami mempunyai jumlah yang banyak. Tapi kami fokus untuk mendapatkan jumlah yang lebih banyak," kata Suhaib.

Ketua Umum Astindo Pauline Suharno mengatakan, keinginan Jordan Tourism Board menawarkan single destination wisata untuk Yordania dikarenakan mereka merasa turis yang datang ke Yordania makin menurun sejak perang Palestina Israel. Karena perjalananan wisata dari Indonesia ke Yordania kebanyakan untuk ibadah atau perjalanan Holy Land.

Maka, kata dia, ketika perbatasan Israel ditutup Yordania kena imbasnya karena banyak sekali grup wisata yang masuk dibatalkan. Mereka berpikir menjadikan Yordania single destination. 

"Itu yang ingin dia pertunjukan kepada kita sekarang ini Jordan is Single Destination dan Yordania ini terbuka bukan cuma untuk Holy Land Kristen aja tapi juga untuk yang memang umrah atau umat muslim bisa juga untuk mampir ke Yordania untuk melanjutkan perjalanan mereka," kata Pauline.

Makanya, kata Pauline, Astindo kali ini pun diminta untuk mengundang media dan juga New Blood. "Jadi New Blood itu dalam arti kata travel agent yang belum pernah jual Yordania sebelumnya. Jadi saya pilih teman teman travel agen yang sebelumnya ga pernah jual holy land dan umroh tour operation tidak pernah jual Yordania makanya kita kombinasikan ada media, ada yang belum pernah jual Yordania lalu ada juga pemain umrah yang ga pernah jual Yordania," katanya.

Menurut Pauline, untuk menjadikan satu destinasi ini ada di top of mind-nya orang Indonesia, itu tidak mudah, perlu proses. "Ya contoh negara-negara tetangga kita kan Thailand, Singapura, Malaysia. Kemudian yang Taiwan, Korea, Jepang, itu kan semua promosinya masif. Dan di Indonesia itu kan mereka ikut pameran berkali-kali dalam setahun, kemudian buat training lalu juga mereka buat campaign, promosi marketing, itu kan perlu proses yang panjang. Jadi untuk jual Yordania sebagai single destination, ya kita akuin nggak mudah, nggak bisa langsung umrah, langsung sebentar dengan satu kali famtrip jalan tuh gak bisa, harus ada tahap-tahapnya promosinya," katanya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut