Karya Unik Desainer Lokal Berkreasi dengan Kain Sisa di Fashion Festival
JAKARTA, iNews.id - Perhelatan Jakarta Fashion Food Festival (JF3) beberapa waktu lalu sukses mendapatkan perhatian dari pelaku kreatif. Banyak desainer-desainer lokal yang unjuk gigi mengenalkan koleksi terbarunya.
Salah satunya adalah desainer Tities Sapoetra. Tahun ini Tities Sapoetra menampilkan koleksinya yang berkolaborasi dengan jenama busana lokal Avga.
Koleksi kolaborasi ini mereka bertajuk S I S A. Cerita kolaborasi ini bermula ketika Tities merasa prihatin dengan keadaan selama dan setelah pandemi. Begitu banyak perusahaan yang terpaksa gulung tikar akibat masa terkungkung itu.
"Untuk bebas dan kembali menjadi seperti sedia kala, kita harus bersatu. Bergandengan tangan. Alih-alih bersaing lebih baik kita bekerja sama, saling dukung. Local supports local. Karena itu, selama pandemi saya mulai menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Tapi dengan Avgal menjadi kolaborasi pertama saya dengan label busana lain. Semoga langkah ini menginspirasi yang lain untuk melakukan hal sama,” ujar Tities beberapa waktu lalu.
Mengamati tempat produksi Avgal, Tities melihat banyak sisa kain tak terpakai yang menggerakkannya untuk memanfaatkan sisa-sisa bahan itu menjadi busana.
"Kami menerapkan zero waste dan mendukung sustainable fashion yang setidaknya telah dimulai dari diri kami sendiri,” ujar Tities.
Di koleksinya ini, Tities dan Avgal meluncurkan 30 set koleksi termasuk lima set busana untuk para pria muda, yang kental dan sarat memunculkan dua sisi karakter busana Tities Sapoetra yang riuh elemen dengan Avgal yang tegas dan adaptif.
Koleksi-koleksi itu juga terbagi dalam beberapa model, yakni terusan berpotongan lurus berpadanan dengan outer boxy extra large. Ada juga rok panjang dengan ruffles khas Tities Sapoetra hadir dalam warna cemerlang shocking pink Avgal.
Tities banyak bermain-main menorehkan langsung gagasannya di atas busana Avgal. Misalnya, celana panjang Avgal muncul menjadi celana 7/8 dengan belahan celana di bagian depan.
Lalu, tersisip pula signature style masing-masing jenama Tities dengan labyrinth yang tersebar acak pada busana serta Avgal dengan garis busana yang bold and versatile.
Meski dengan rentang palet warna yang lebar, harmonisasi warna tetap terasa apik ketika pink berpadu seru dengan coklat, biru, abu-abu, ungu. Sisa potongan kain berukuran kecil tak ayal mendapat penanganan yang khusus. Serpihan bahan disebarkan ke antara dua lembar bahan tembus pandang kemudian dijahit tindas hingga membentuk lembar bahan baru yang menjadi material dasar pembuat baju.
Dari sisa bahan ini menghasilkan atasan, rok, hingga potongan yang hanya dipakai sebagai elemen busana.
Editor: Vien Dimyati