Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Ipul Ajak Siswa Sekolah Rakyat Wisata Sejarah ke Monumen Palagan Lengkong Tangsel
Advertisement . Scroll to see content

Ke Kota Tua, Turis Belanda Paling Antusias Belajar Sejarah Indonesia

Selasa, 16 Januari 2018 - 14:30:00 WIB
Ke Kota Tua, Turis Belanda Paling Antusias Belajar Sejarah Indonesia
Asyiknya wisata di Kota Tua. (Foto: iNews.id/Rahma Sari)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA,  iNews.id - Kota Tua menjadi salah satu objek wisata menarik yang digemari wisatawan lokal karena tak pernah sepi dikunjungi. Selain wisatawan lokal, ternyata Kota Tua juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara.

Agus Waluyo selaku tour guide Kota Tua mengungkapkan, wisatawan yang memakai jasanya untuk tur sejarah, berasal dari Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia. Menurutnya, wisatawan dari Belanda yang paling antusias dan senang mengikuti tur sejarah di Kota Tua.

"Paling antusias sekali Belanda, karena sejarah Batavia ini dari nenek moyang mereka. Jadi, mereka penasaran seperti apa. Kalau keliling bikin tur, mereka seneng banget," tutur Agus Waluyo kepada iNews.id di Kota Tua, Jakarta, Senin 15 Januari 2018.

Selama dua jam, Agus mengajak wisatawan tur ke beberapa tempat. Tempat yang dituju, yaitu Jembatan Kota Intan, Pelabuhan Sunda Kelapa,  Menara Syahbandar, dan Vihara Dharma Bhakti.

"Saya juga mengajak mereka pasar tradisional sayuran di dekat Glodok yang ada di jalan-jalan. Mereka suka lihat yang tradisional dibanding dengan mal," jelas Agus.

Tarif untuk tur sejarah Rp300.000. Cara Agus mendapatkan wisatawan dengan menawarkan jasa pada mereka yang datang ke Kota Tua.

Jika sedang ramai, Agus mengaku bisa dua sampai tiga kali membawa wisatawan tur sejarah. Namun saat sepi, dirinya sering tidak mendapatkan wisatawan. Apalagi di zaman sekarang, di mana informasi mudah didapat melalui internet, wisatawan semakin mudah mencari tempat wisata tanpa bantuan tour guide.

"Kalau era 1990-an ke bawah itu, belum zaman Google. Jadi, lebih banyak dan banyak membutuhkan guide. Kalau sekarang zaman Google, jadi bule begitu datang tinggal browsing. Terus ada Maps juga, jadi gak butuh guide juga.  Tidak semua bule berminat bikin tour," kata Agus.

Agus telah menjadi tour guide di Kota Tua selama 12 tahun. Setiap hari dirinya pulang dan pergi dari rumahnya di Bekasi ke Kota Tua.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut