Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prakiraan Cuaca 17 Maret 2026, BMKG: Waspada Hujan Sangat Lebat di NTT-Sulbar!
Advertisement . Scroll to see content

Kemenparekraf dan BMKG Bakal Luncurkan Aplikasi Prakiraan Cuaca di Destinasi Wisata

Senin, 19 Agustus 2024 - 23:20:00 WIB
Kemenparekraf dan BMKG Bakal Luncurkan Aplikasi Prakiraan Cuaca di Destinasi Wisata
Kemenparekraf dan BMKG Bakal Luncurkan Aplikasi Prakiraan Cuaca di Destinasi Wisata (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aplikasi untuk prakiraan cuaca di destinasi wisata memiliki peran penting. Wisatawan dapat mengetahui situasi cuaca di beberapa tempat wisata sebelum melakukan liburan.

Dalam mendukung program tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan mengembangkan aplikasi untuk memprakirakan cuaca berbasis dampak (Impact Based Forecasting) atau IBF.

Aplikasi ini berfungsi memprakirakan cuaca di wilayah destinasi di Indonesia yang akan dikunjungi wisatawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, aplikasi ini nantinya sangat berguna khususnya untuk para wisatawan saat berkunjung ke destinasi di Indonesia.

“Ini jadi sangat memudahkan para wisatawan ya,” kata Sandiaga Uno, dalam Weekly Brief With Sandiaga Uno, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, aplikasi tersebut tak hanya menginformasikan perihal cuaca dan suhu udara, tapi juga dampak dan potensi dari cuaca di suatu wilayah tersebut.

“Aplikasi ini kontennya tidak hanya suhu udara berapa derajat, apakah akan terjadi hujan atau berawan, tidak hanya itu. Tapi juga potensi dampaknya bagaimana. Apakah akan terjadi kilat petir, apakah akan terjadi puting beliung, longsor, banjir,” kata Dwikorita.

Dwi menambahkan, aplikasi ini tak hanya membantu wisatawan mengetahui bagaimana prakiraan cuaca destinasi yang akan dituju, tapi juga mitigasi dan juga informasi bila terjadi kemungkinan terjadi cuaca ekstrem. “Ini sangat penting bagi para wisatawan ya. Misalnya mau mengunjungi Labuan Bajo, lalu ada potensi hujan lebat di siang hari, berati kita harus cepat berangkat pagi, sampai jam 1 harus kembali ke lokasi. Aplikasi ini nantinya akan membuat perencanaan lebih tepat,” katanya.

Menurut Dwi, aplikasi IBF ini dibuat seakurat mungkin berbasis data-data yang sudah disiapkan. Data tersebut juga telah diobservasi ke sejumlah titik-titik di wilayah Indonesia untuk menguji keakurasiannya.

Selain itu, aplikasi ini juga akan menggunakan radar untuk menjamin akurasi prakiraan cuaca. “Prakiraan kan sebenarnya hitungan matematik berbasis model global. Namun model global itu kita down scale menjadi model lokal, dan agar akurat kita verifikasi dengan titik-titik observasi yang ada di Indonesia,” katanya.

“Selain titik pengamatan juga ada radar, titik pengamatannya ribuan, radarnya puluhan dan ada satu satelit, sehingga Insya Allah jadi lebih akurat,” katanya.

Lebih lanjut, aplikasi IBF ini nantinya akan terpidah dengan prakiraan cuaca yang ada di Info BMKG. Untuk proyek percontohan, aplikasi ini baru bisa digunakan untuk wisatawan yang akan berlibur ke Labuan Bajo. 

Meski begitu, Dwi mengungkap ke depannya sejumlah tempat wisata lainnya di Indonesia juga akan masuk dalam aplikasi tersebut. Proyek percontohan aplikasi IBF akan diluncurkan pada November atau Desember tahun ini.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut