Libur Long Weekend, Simak Tips Hindari Kemacetan di Puncak

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 01 Desember 2017 - 21:58 WIB
Libur Long Weekend, Simak Tips Hindari Kemacetan di Puncak

Banyak wisatawan liburan ke Puncak saat long weekend. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kawasan Puncak masih menjadi primadona bagi mereka yang ingin menghabiskan liburan long weekend bersama teman-teman ataupun keluarga. Udara yang sejuk dan tempat yang nyaman, menjadi magnet tersendiri, sehingga banyak yang rela bermacet-macetan.

Untuk menghindari kemacetan panjang, iNews.id merangkum beberapa tips kepada Anda. Harapannya, perjalanan Anda ke Puncak lebih lancar dan momen liburan lebih menyenangkan.
 
Pelajari terlebih dahulu jalur yang akan dilewati

Cari tahu tentang jalanan yang ingin Anda lewati. Gunakan aplikasi penunjuk arah atau sekadar bertanya kondisi di sana melalui media sosial.

Perhatikan waktu buka-tutup jalur puncak

Bagi Anda yang hendak ke Puncak, ada baiknya memperhatikan jadwal buka-tutup menuju ke daerah itu. Jadwal untuk akhir pekan, biasanya jalur dari arah Cianjur mulai ditutup pukul 07.30 WIB. Lalu, sekitar pukul 11.00 WIB, jalur kembali dibuka.

Kemudian pada pukul 14.30 WIB, jalur dari arah Ciawi ditutup, sementara kendaraan dari arah Cianjur dibuka. Jika kebetulan terjebak dalam sistem buka- tutup ini, ada baiknya Anda menepi terlebih dahulu di rest area terdekat untuk istirahat.

Cari jalur alternatif

Ini penting, mengingat banyak orang melakukan perjalanan ke puncak, pasti melewati jalur utama, yaitu tol Ciawi, Gadog, Cisarua sampai Puncak. Sebetulnya, ada banyak alternatif jalan menuju puncak. Salah satunya, melewati jalur Sentul yang mengarah ke Gadog atau Cilember.

Jika Anda ingin lebih naik lagi, cobalah untuk melewati Cibubur, Jonggol sampai Cipanas Puncak. Jalur ini memang lancar, tapi karena perjalanannya cukup jauh dan memutar, banyak pengendara yang enggan melewati jalur ini.

Gunakan alternatif kendaraan lain

Jika Anda masih tetap ingin pergi ke puncak tanpa mengalami kemacetan, maka gunakanlah kendaraan roda dua atau motor.

Editor : Tuty Ocktaviany