Masuk Artisan Market JCWF 2026 Gratis, Syaratnya Cukup Bawa Botol Plastik Bekas!
JAKARTA, iNews.id – Ada cara unik untuk menikmati festival wisata kebugaran di Yogyakarta pada November 2026. Pengunjung yang ingin menjelajahi Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 bisa mengakses area artisan market secara gratis. Syaratnya pun cukup sederhana, yakni membawa botol plastik bekas yang sudah dibersihkan sebagai tiket masuk.
Festival yang mengangkat konsep wisata kebugaran berbasis budaya atau cultural wellness ini akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Beragam kegiatan menarik disiapkan, mulai dari meditasi, sound healing, terapi seni, hingga aktivitas yang berkaitan dengan makanan sehat dan herbal.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, menjelaskan bahwa botol plastik bekas yang dibawa pengunjung nantinya akan dikumpulkan untuk didaur ulang.
Dengan konsep tersebut, penyelenggara ingin mengajak masyarakat menikmati festival sekaligus berpartisipasi dalam upaya pengelolaan sampah.
"Nah, ada ketentuannya, tetapi akses masuknya dengan membawa botol plastik bekas yang sudah bersih sebagai tiket. Nah, botol plastik bekas yang sudah bersih ini nanti kami akan kumpulkan untuk kami daur ulang," kata GKR Bendara dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (30/10/2026).
Tak hanya menawarkan akses ke artisan market, JCWF 2026 juga menghadirkan berbagai pengalaman wellness yang bisa menjadi alternatif aktivitas wisata selama berada di Yogyakarta.
Tahun ini, festival tersebut melibatkan 97 komunitas, 32 artisan market, dan 67 wellness practitioner. Seluruh peserta telah melalui proses kurasi, mulai dari pendaftaran berdasarkan tema dan program, penilaian deskripsi serta video, hingga kunjungan langsung untuk melihat keunikan masing-masing peserta.
Dari hasil kurasi tersebut, tersusun 89 program yang terbagi dalam enam tema besar. Sebanyak 16 program di antaranya dapat diikuti secara gratis.
Enam tema yang dihadirkan meliputi Breathwork and Mindful Movement dengan sembilan kegiatan, Meditation and Sound Healing sebanyak 16 kegiatan, Spiritual and Energy Healing dengan 21 kegiatan, Mental Health and Emotional Well-being sebanyak 16 kegiatan, Art Therapy dengan 11 kegiatan, serta Healthy Food and Herbal dengan 12 kegiatan.
Pengunjung bisa mengenal beragam aktivitas kebugaran, mulai dari latihan pernapasan, gerakan mindful, meditasi, hingga terapi seni. Ada pula kegiatan yang memperkenalkan hubungan antara makanan sehat, herbal, dan tradisi kebugaran.
Menurut GKR Bendara, rangkaian kegiatan JCWF 2026 akan dimulai pada Jumat, 6 November 2026, melalui agenda business matching yang mempertemukan komunitas dengan pelaku industri.
Selanjutnya, berbagai kegiatan festival akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 7–8 November 2026.
Penyelenggaraan JCWF juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai festival tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness.
"Kami menyambut baik kontribusi festival ini dalam memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya, atau cultural wellness," ujar Widiyanti.
Dia menilai wisata kebugaran semakin relevan di tengah situasi dunia yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Melalui pengalaman wellness, masyarakat dapat menemukan ketenangan serta menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.
"Jadi event seperti ini sangat dibutuhkan di tengah situasi sekarang yang sangat kompetitif dan geopolitik yang sedang bergejolak sehingga membuat suasana tense di mana-mana. Jadi kita membutuhkan ketenangan, wellness mind, body, and spirit untuk kembali menemukan harmoni," tuturnya.
JCWF 2026 pun bisa menjadi salah satu agenda alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada awal November. Selain mengenal berbagai praktik kebugaran berbasis budaya, pengunjung juga dapat menjelajahi produk artisan lokal sekaligus mendukung gerakan daur ulang dengan membawa botol plastik bekas yang bersih.
Editor: Muhammad Sukardi