Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bali Masih Jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran, Ini Buktinya!
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal 5 Kebiasaan Unik di Berbagai Negara, Nomor 4 Warganya Santun Banget 

Sabtu, 11 Juni 2022 - 12:52:00 WIB
Mengenal 5 Kebiasaan Unik di Berbagai Negara, Nomor 4 Warganya Santun Banget 
Kebiasaan unik di berbagai negara (Foto: matadornetwork)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak kebiasaan dan tradisi unik di berbagai negara yang perlu diketahui. Kebiasaan unik ini, bagi Anda mungkin akan terlihat aneh.

Salah satu hal yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah kecenderungan untuk mengembangkan kebiasaan dan tradisi dalam waktu yang lama. Manusia sangat suka melakukan kebiasaan dan tradisi secara turun-temurun, sehingga terdapat ribuan budaya dari setiap negara di dunia. 

Penasaran, kebiasaan unik apa yang ada di berbagai negara perlu diketahui? Berikut ulasannya dirangkum pada Sabtu (11/6/2022).

1. Toko Kejujuran di Swiss

Toko-toko kecil milik petani di tengah pegunungan Alpen, Swiss, menjual dagangan dengan menaruh di toko dan tidak mengawasinya. Masyarakat di sana berbagi idealisme kejujuran dengan membeli kebutuhan sehari-hari di toko yang tidak dijaga oleh pemiliknya. Pembeli bebas untuk mengambil produk yang mereka inginkan, dan meletakkan uangnya di keranjang kecil yang telah disediakan. Para pemilik toko ini, yaitu para petani, pergi merawat hewan di ladang dan membiarkan toko mereka begitu saja. Bentuk kepercayaan konsumen ini menghasilkan loyalitas dan kejujuran yang luar biasa di antara masyarakat di sana. 

2. Nongkrong di Pemakaman

Pemakaman menjadi tempat yang dikenal menakutkan di banyak negara, namun hal ini tidak berlaku di Denmark. Orang-orang di Denmark membuat area pemakaman menjadi tempat mereka bersosialisasi. Pemakaman di sana dirawat dengan baik oleh penduduk setempat. Salah satu pemakaman bernama Assistens Kirkegard di Kopenhagen salah satu contohnya. Selain itu banyak juga orang-orang terkenal di Denmark dimakamkan di sini, seperti Hans Christian Andersen. 

3. Tidak Memberi Tip di Korea Selatan

Ketika pergi ke tempat makan atau restoran biasanya pelanggan akan memberikan tip ke pegawai di sana sebagai bentuk rasa terima kasih atas layanan mereka. Namun, hal ini tidak berlaku di Korea Selatan, jika memberi tip setelah makan di suatu restoran atau kafe, pemilik restoran tersebut akan memberi tatapan tajam. Di Korea Selatan atau di negara lain, karyawan di industri makanan diberi upah yang adil dan mereka bangga dengan pekerjaannya. Untuk itu, memberi tip termasuk penghinaan bagi mereka. 

4. Berlutut Sampai Sujud sebagai Salam di Nigeria

Bagi orang-orang Yoruba, kelompok etnis yang sebagian besar tinggal di Nigeria, ritual salam dianggap cukup serius. Hal ini berlaku dalam hal menyapa orang yang lebih tua. Ketika seorang dewasa mendekat, para pemuda Yoruba diharapkan berlutut untuk memberi salam. Lebih khusus lagi, wanita berlutut saat menyapa dan pria biasanya sujud. Gestur-gestur tersebut merupakan tanda penghormatan terhadap para tetua masyarakat. Menariknya, adat ini adalah salah satu yang membedakan masyarakat Yoruba dari kelompok etnis lain di Nigeria, termasuk Bini dan Kalabari.

5. Waktu Tinto di Kolombia

Tinto adalah secangkir kecil kopi hitam pekat yang dimaniskan dengan panela. Tinto sudah mengakar di masyarakat Kolombia. Bahkan, tak jarang tamu yang berkunjung ke rumah akan disambut dengan pertanyaan, "Apakah Anda ingin sedikit tinto?" Dalam secangkir tinto, tak hanya ada kopi, air, dan panela, tetapi juga momen bersama dengan teman, keluarga, atau rekan kerja.

Bagi mereka, waktu untuk tinto adalah sepanjang waktu. Masyarakat Kolombia cukup berhenti di salah satu dari ratusan gerobak tinto yang ada di jalan selama sepuluh menit untuk menikmati minuman manis berkafein, bergosip, dan mengobrol dengan teman-teman.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut