Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Raja-Raja Mataram Kuno: Dari Sanjaya hingga Dharmawangsa, Candi Borobudur Bukti Kejayaan
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Kemegahan dan Sejarah Candi Borobudur

Selasa, 29 Mei 2018 - 14:41:00 WIB
Mengenal Kemegahan dan Sejarah Candi Borobudur
Mengenal Candi Borobudur (Foto: Unesco)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur. Bangunan megah bersejarah ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Setiap tahun dalam perayaan Waisak, candi ini menjadi tujuan umat Buddha untuk berdoa. Termasuk dalam Perayaan Waisak 2018 (2562 BE) tahun ini.

Candi Borobudur adalah salah satu monumen Buddha terbesar di dunia dan dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Monumen ini terletak di Lembah Kedu, bagian selatan Jawa Tengah, di pusat Pulau Jawa, Indonesia.

Kuil utama adalah stupa yang dibangun dalam tiga tingkatan di sekitar bukit yang merupakan pusat alam; dasar piramida dengan lima teras konsentris persegi, batang kerucut dengan tiga platform melingkar, dan bagian atas, stupa monumental.

Dinding dan langkan dihiasi dengan relief rendah yang halus, yang meliputi total luas permukaan 2.520 m2. Di sekitar platform melingkar terdapat 72 stupa, masing-masing berisi patung Buddha.

Pembagian vertikal Candi Borobudur menjadi dasar, tubuh, dan superstruktur secara sempurna sesuai dengan konsepsi Alam Semesta dalam kosmologi Buddhis. Diyakini, alam semesta terbagi menjadi tiga lingkup yang menyatu, kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu, yang mewakili masing-masing lingkup keinginan di mana kita terikat pada keinginan. Lingkup bentuk, di mana kita meninggalkan keinginan tetapi masih terikat untuk nama dan bentuk, serta bidang tanpa bentuk di mana tidak ada lagi nama atau bentuk.

Di Candi Borobudur, kamadhatu diwakili oleh pangkalan, rupadhatu oleh lima teras persegi, dan arupadhatu oleh tiga platform melingkar, serta stupa besar. Seluruh struktur menunjukkan perpaduan unik dari ide-ide sentral pemujaan leluhur, terkait dengan gagasan tentang gunung bertingkat, dikombinasikan dengan konsep Buddhis untuk mencapai Nirvana.

Kuil ini juga harus dilihat sebagai monumen dinasti yang luar biasa dari Dinasti Syailendra yang memerintah Jawa selama sekitar lima abad hingga abad ke-10.

Kompleks Candi Borobudur terdiri dari tiga monument, yaitu Candi Borobudur dan dua kuil kecil yang menghadap ke timur pada sumbu lurus ke Borobudur. Kedua candi tersebut adalah Candi Mendut, penggambaran Buddha diwakili oleh monolit, disertai dua Bodhisattva, dan Candi Pawon.

Ini adalah sebuah kuil kecil yang ruang dalamnya tidak mengungkapkan dewa mana yang mungkin menjadi objek pemujaan. Ketiga monumen tersebut mewakili fase dalam pencapaian Nirvana. Demikian dikutip Unesco.org, Selasa (29/5/2018).

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut