Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bali Dinobatkan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Paris dan Roma
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Pernikahan Mewah dan Rumah Tradisional Macao

Minggu, 25 Agustus 2019 - 20:05:00 WIB
Mengenal Pernikahan Mewah dan Rumah Tradisional Macao
Macao Museum punya daya tarik bagi wisatawan. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)
Advertisement . Scroll to see content

MACAO, iNews.id - Banyak kota metropolitan dunia membanggakan kemegahan bangunan modernnya sebagai penanda peradaban. Namun, tidak dengan Macao. Kota satu ini amat menjunjung tinggi warisan sejarah dan membuatnya menjadi satu daya tarik bagi wisatawan.

Macao merupakan kota administratif khusus China yang pernah dijajah oleh bangsa Portugis selama kurang lebih 400 tahun. Tak heran bila banyak bangunan bersejarahnya mengadopsi gaya Portugis, tetapi tetap dipadukan dengan berbagai ornamen dari bangsa China.

Salah satu lokasi yang dapat menjelaskan mengenai sejarah dan akulturasi budaya di Macao, yakni Macao Museum. Di sana wisatawan dapat menikmati berbagai macam peninggalan bersejarah dimulai era Dinasti China hingga masuknya bangsa Portugus ke Macao.


Museum yang berada di Macao Museum ini terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar menceritakan tentang kelahiran Macao yang ditandai dengan berjejernya barang bersejarah mulai dari era Dinasti China hingga datangnya Portugis. Beberapa benda bersejarah seperti kramik, patung, mata uang beberapa zaman, jalur perdagangan, hingga kerajinan tangan terjajar apik.

Lantai kedua Macao Museum diisi dengan tradisi mulai dari makanan hingga pernikahan masyarakat Macao. Saat iNews.id menyambangi tempat tersebut, seorang pemandu wisata bernama Tino mengungkapkan bila masyarakat Macao mirip dengan warga di Asia kebanyakan, mereka menyukai teh.

Dalam beberapa kesempatan, para pria akan datang ke kedai teh untuk sekadar meminum sambil memakan beberapa camilan di sana. Terkadang kedai teh tidak hanya dijadikan tempat melepas penat, tapi juga urusan bisnis.

Tino juga mengungkapkan bagaimana masyarakat di daratan China menikah. Melalui penuturannya, dikatakan bila biaya pernikahan sangat mahal. Semua ibu dari seorang wanita menginginkan mahar cukup tinggi bagi siapa pun yang ingin menjadikan anaknya sebagai istri.

"Orang tua dari pihak laki-laki akan memberikan mahar, lalu keluarganya juga. Kemudian sang pria akan memberi emas kawin termahal untuk calon mempelai. Tujuannya agar orangtua dari perempuan mau memberikan restu sekaligus meyakinkannya bahwa sang anak berada di tangan yang tepat," ujarnya, Minggu (25/8/2019).

Saking mahalnya biaya pernikahan, kebanyakan orang akan berpikir dua kali untuk bercerai. Karena mereka akan dibebankan biaya besar seperti memberi sebagian harta kepada istri dan diperlukan mahar baru untuk menikah dengan calon istri baru.

Macao Museum juga memiliki beberapa miniatur rumah tradisional di Macao dan China pada umumnya. Ternyata terdapat beberapa simbol yang bisa diartikan seperti papan merah di depan pintu rumah yang berarti penolak bala dan penghormatan terhadap leluhur, lalu tanda pagar (#) sebagai penanda keberadaan sumur, dan kaca di atas pintu untuk memantulkan bala.

Berjalan beberapa langkah, wisatawan akan disuguhkan miniatur rumah dua lantai khas China. Tino menyebut bila masyarakat di sini selalu bekerja hingga sedikit waktu untuk berakhir pekan, sehingga rumah dua lantai ini dibuat.

"Untuk orang yang ingin beristirahat sambil bekerja, ini rumah yang tepat. Di lantai bawah mereka bisa bekerja, lalu menutup toko pada sore hari dan istirahat di lantai dua rumah," ucapnya.

Pria ramah ini menambahkan, bangsa Portugis mengadopsi sistem rumah dua lantai tersebut, sehingga di negaranya dan beberapa wilayah jajahannya terlihat model bangunan seperti ini.

Lantai teratas dari bangunan Macao Museum terdiri dari benteng yang dikelilingi oleh meriam. Benteng peninggalan Portugis ini menjadi saksi posisi Macao amat strategis di masa lalu sebagai penyalur berbagai komoditi dari China dan asia menuju Eropa.

Apalagi di masa lalu persaingan antara Portugis dan Belanda sangat besar saat keduanya bersaing untuk memonopoli perdagangan rempah dunia. Meriam tersebut mengelilingi benteng dan langsung menuju laut.

Tidak seperti benteng kebanyakan, bangunan ini terbuat dari bahan di sekitar Macao seperti tanah liat, pasir, jerami padi, batu, dan cangkang tiram. Bangunan tersebut dibuat lada abad 16 hingga 17.

Selain Macao Museum, Macao memiliki banyak tempat yang bisa dijadikan rujukan untuk berlibur. Bila bingung, bisa langsung mengunjungi jelajahmacao.com.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut