Mengenal Sejarah Perjalanan Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan lewat Festival Marabose 2023
JAKARTA, iNews.id - Napak tilas telah menjadi tradisi yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang kembali perjalanan tokoh-tokoh terdahulu.
Di Halmahera Selatan, salah satu tradisi napak tilas yang tetap hidup adalah napak tilas Sultan Bacan pertama, Muhammad Al-Baakir. Tradisi napak tilas ini dirayakan melalui Festival Marabose Halmahera Selatan.
Festival Marabose digelar untuk menghidupkan ingatan generasi muda tentang sejarah hijrahnya Sultan Muhammad Al-Baakir dengan perangkat adatnya dari negeri Dauri Tahane, Limau sigara Dolik, Mara Kie Besi Makian melalui perjalanan laut (Marabose).
Land of Paradise
Tahun ini, Festival Marabose akan digelar pada 8-12 Agustus 2023 di Bacan Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ini menjadi tahun kedua Festival Marabose diselenggarakan.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba mengatakan, festival Marabose bisa menarik wisatawan untuk mengunjungi dan menyaksikan keindahan Halmahera Selatan. Sebab, Marabose 2023 dapat menjadi gaung Halmahera Selatan dikenal hingga tingkat nasional.
"Selama ini orang tahunya Halmahera hanya kesultanan Tidore. Tapi belum tahu Kesultanan Bacan," kata Bassam saat peluncuran Festival Marabose 2023 di Synthesis Huis, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (22/7/2023).
Bassam menambahkan, saat ini ada beberapa destinasi wisata yang sudah eksis. Harapannya Halmahera Selatan tidak hanya dikunjungi wisatawan mancanegara saja, tapi juga lokal agar masyarakat bisa melestarikan budaya.
"Kita gak kalah dari Raja Ampat, Lombok, Bali dan lainnya. Halmahera Selatan punya underwater, alam dan budaya yang beragam. Potensi ini bisa dimaksimalkan dan dikembangkan," katanya.
"Dalam Festival Marabose 2023 akan ada beragam kegiatan seperti napak tilas, kirab budaya, dan acara fun dive yang bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam Halmahera Selatan," kata Bassam.
Sementara itu, Ompu Juru Tulis Raa, Ibnu Tufail menyatakan, Festival Marabose ini secara khusus mengangkat perjalanan kemaritiman kesultanan dari Pulau Makian ke Pulau Bacan.
"Hijrahnya sultan pada masa itu dipenuhi dengan tantangan dan perjuangan," katanya pada kesempatan yang sama.
Ompu berharap acara ini dapat membangkitkan minat masyarakat, khususnya para generasi muda terhadap sejarah Halmahera.
Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Selatan, Ali Hasan menjelaskan, Festival Marabose 2023 mengangkat tema Land of Paradise. Tema tersebut dipilih untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, terdapat surga tersembunyi di Halmahera Selatan.
"Festival ini tidak hanya akan memperkenalkan budaya dan sejarah di Halmahera Selatan, tetapi juga akan memperkenalkan keindahan alamnya," tuturnya.
Prosesi Festival Marabose 2023
Ali mengungkapkan, acara Festival Marabose 2023 akan dimulai dengan kirab budaya, di mana peserta akan berjalan kaki sambil memperkenalkan kesenian Halmahera.
"Kirab budaya ini akan berlangsung sepanjang lebih dari 1,5 kilometer. Selama prosesi ini, peserta akan melewati beberapa situs sejarah penting di Halmahera Selatan, termasuk tugu burung bidadari," ujarnya.
Kirab budaya ini direncanakan akan berakhir di area UMKM Milenial di Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. "Acara puncak dari Festival Marabose adalah kegiatan napak tilas, yang nantinya akan menggabungkan tema budaya dan wisata bahari," kata Ali.
Editor: Vien Dimyati