Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pembunuhan Terapis Spa di Bekasi, Polisi Tangkap Terduga Pelaku di Lebak Banten
Advertisement . Scroll to see content

Mengintip Budaya Tradisional Jawa lewat Lukisan Wayang

Sabtu, 21 April 2018 - 17:31:00 WIB
Mengintip Budaya Tradisional Jawa lewat Lukisan Wayang
Lukisan Wayang (Foto: iNews.id/Vien)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Siapa yang tidak mengenal cerita Ramayana dan Mahabrata. Sebuah cerita fenomenal zaman dulu yang disajikan lewat wayang. Mungkin cerita ini hanya dikenal oleh para orangtua dan dilupakan oleh generasi masa kini.

Sebuah budaya tradisional yang seharusnya dilestarikan ini, sangat disayangkan harus tergerus zaman. Atas dasar hal itu, seniman Marsda TNI (Purn) Sudjadijono (SSRI) atau yang akrab disapa Mas Jack, mengulik kembali budaya tradisional Jawa melalui wayang yang ia goreskan di atas kanvas.

Seniman Sudjadijono mengatakan, dengan mengangkat judul pameran "Guyup Rukun, Ojo Golek Musuh, Golekko Sedulur", ia mencoba untuk mengulik kembali budaya Jawa yang tergerus zaman. Pameran ini berlangsung dari 10-27 April 2018, di Gedung Masterpiece, Tanah Abang, Jakarta.

"Saya ingin ngulik budaya. Budaya kita tergerus dengan budaya dari barat, Korea, dan lainnya. Generasi muda tidak paham dengan budaya Jawa. Maka saya ingin budaya Adi Luhung ini jangan hilang. Kalau ekonomi boleh turun, tapi jika budaya menurun, ini seperti bukan Indonesia," ujar Sudjadijono, di sela Pameran Solo Exhibition, "Guyup Rukun, Ojo Golek Musuh, Golekko Sedulur", di Jakarta, Jumat 20 April 2018.

Menurut Mas Jack, lukisan wayang dan arah lukisan yang ia tampilkan adalah menceritakan kebali lakon baik yang ada di Ramayana maupun Mahabrata. Lakon keduanya merupakan kehidupan manusia di dunia, yang sangat menonjolkan perilaku manusia.

President Director Masterpiece Auction House, Benny Raharjo mengatakan, Sudjadijono merupakan perwira Angkatan Udara yang hobi melukis. Jarang seorang perwira tinggi bisa melukis. "Mas Jack termasuk salah satu seniman yang berani melukis dengan coretan kontemporer dan terang. Cerita wayang yang mengadopsi kehidupan manusia yang baik, akan memberi efek yang baik pula. Ini merupakan karya menarik karena detail dan banyak menggunakan warna emas," ujar Benny.

Sementara itu, salah satu kolektor lukisan, Syakieb Sungkar mengatakan, lukisan dari seniman Sudjadijono atau Mas Jack yang dikerjakan terlihat terampil dan colorful. Sudah pasti dalam setiap lukisan wayang tersebut ada narasi. Apakah itu suatu petilan dari adegan dalam Mahabrata atau Ramayana, cerita seorang tokoh, sikap atau pendirian atas suatu keadaan atau situasi, nasehat dan petuah, atau perlambang.

"Apa yang dikerjakan oleh Pak Sudjadijono ini sama halnya dengan prinsip lukisan kontemporer. Teman saya, seorang pengepul barang senirupa, pernah mengatakan, yang membedakan seni kontemporer dengan modern art adalah, seni rupa kontemporer membutuhkan cerita atau narasi agar dimengerti maksudnya oleh pemirsanya. Di sini peran kreator atau pencipta karya tidak terlepas atas karya yang dihasilkannya," ujar Syakieb.

Untuk itu, mengapa hal ini terjadi? Karena audiens seni wayang saat ini sudah menyempit, terutama pada generasi baru orang-orang Indonesia saat ini. Tidak semua generasi baru orang Jawa mengetahui cerita wayang, apalagi karakter tokohnya satu persatu. Pencipta dibutuhkan sebagai narator atas karya-karyanya.

"Pembuatan karya-karya wayang ini selain menciptakan keindahan dan menyalurkan kreativitas, juga merupakan pelestarian atas kebudayaan adi luhung Indonesia. Lukisan ini merupakan sarana pendidikan juga, karena selain dikenalkan kembali pada wayang, kita juga diberikan pesan-pesan moral yang merupakan cerminan pendirian dari pelukisnya," ungkap Syakieb.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut