Mengintip Destinasi Wisata di Kawasan Ubud Bali dari Budaya, Cagar Alam hingga Habitat Kera
JAKARTA, iNews.id - Ubud menjadi salah satu kawasan yang menawarkan perpaduan wisata alam, seni, budaya, dan kehidupan tradisional masyarakat Bali. Kawasan ini memiliki beragam destinasi yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari hutan yang menjadi habitat kera hingga persawahan terasering dan bangunan bersejarah.
Salah satu destinasi yang banyak dikenal wisatawan adalah Mandala Suci Wenara Wana atau Sacred Monkey Forest Sanctuary. Kawasan seluas sekitar 12,5 hektare ini merupakan cagar alam sekaligus kompleks pura yang menjadi habitat kera ekor panjang.
Pengunjung dapat menyusuri jalur pedestrian di tengah pepohonan rindang sambil melihat kera yang hidup bebas di habitatnya. Keberadaan pura kuno juga membuat kawasan ini memiliki suasana yang erat dengan kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Bergeser ke kawasan pedesaan, Tegallalang Rice Terrace menawarkan pemandangan sawah berundak dengan sistem subak yang menjadi salah satu ciri lanskap pertanian Bali.
Selain menikmati panorama hijau, wisatawan dapat menyusuri jalur di sekitar persawahan dan menemukan sejumlah area untuk menikmati pemandangan. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu lokasi yang menawarkan pengalaman wisata alam di sekitar Ubud.
Destinasi lain yang dapat menjadi pilihan adalah Campuhan Ridge Walk. Jalur perbukitan ini membentang di antara lembah hijau dan kawasan Sungai Campuhan.
Jalur tersebut banyak dimanfaatkan untuk berjalan kaki, terutama pada pagi hari atau menjelang matahari terbenam. Suasana yang relatif jauh dari lalu lintas kendaraan membuat kawasan ini menawarkan pengalaman menikmati lanskap Ubud dengan berjalan kaki.
Sementara bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan budaya, Ubud Palace atau Puri Saren Agung menjadi salah satu lokasi yang menarik dikunjungi. Bangunan ini merupakan kediaman bersejarah keluarga kerajaan Ubud dengan arsitektur dan ukiran khas Bali.
Ubud Palace juga menjadi salah satu lokasi pertunjukan seni tari tradisional Bali pada malam hari. Letaknya yang berada di pusat Ubud membuat kawasan ini mudah dijangkau wisatawan.
Tak jauh dari kawasan pusat Ubud, terdapat Pura Taman Kemuda Saraswati yang dikenal dengan kolam teratai di bagian depannya. Pura ini didedikasikan untuk Dewi Saraswati dan memiliki ornamen serta ukiran batu yang mencerminkan karakter arsitektur tradisional Bali.
Bagi pencinta seni, Neka Art Museum dapat menjadi pilihan lain. Museum ini menyimpan berbagai koleksi lukisan Bali dari periode klasik hingga kontemporer serta karya seniman yang terinspirasi dari kehidupan dan keindahan Pulau Dewata.
Bangunan museum yang dikelilingi taman juga memberikan suasana berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati karya seni sekaligus mengenal perkembangan seni rupa Bali.
Di tengah pilihan destinasi tersebut, kawasan Ubud juga menawarkan berbagai pilihan akomodasi yang menggabungkan kenyamanan modern dengan unsur budaya lokal. Salah satunya Emana Wedari yang berada di bawah Jeevawasa.
Emana Wedari memiliki 20 vila dengan kolam renang pribadi yang terdiri dari 11 Premier Jungle Pool Villa dan sembilan Jungle Pool Villa. Konsep akomodasinya memadukan desain kontemporer dengan elemen seni dan kerajinan Bali.
Premier Jungle Pool Villa memiliki luas 100 meter persegi dengan ruang tamu, kolam renang pribadi, serta bathtub. Sementara Jungle Pool Villa memiliki luas 90 meter persegi dengan kamar tidur dan kolam renang pribadi.
Selain akomodasi, Emana Wedari juga menghadirkan konsep bersantap Green Gourmet yang mengangkat bahan-bahan lokal Indonesia. Konsep tersebut menawarkan hidangan dengan bahan alami dan pilihan yang lebih bernutrisi.
CEO Jeevawasa Adiguna Kusuma mengatakan Emana Wedari dirancang untuk memiliki hubungan dengan karakter dan kehidupan lokal di Ubud.
“Emana Wedari mencerminkan visi kami untuk menghadirkan destinasi yang memiliki hubungan erat dengan karakter dan kehidupan lokal. Di sini, hal ini berarti mengangkat kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan khas Bali yang tulus,” kata Emana, dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pengalaman yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada tempat menginap, tetapi juga kesempatan bagi tamu untuk mengenal budaya dan kehidupan lokal.
“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar tempat menginap. Kami ingin memberikan pengalaman yang memungkinkan para tamu terhubung dengan budaya dan kehidupan lokal melalui momen-momen bermakna, desain yang menyatu dengan alam, dan pelayanan yang tulus,” ujarnya.
Beragam destinasi di Ubud membuat kawasan ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan dengan minat berbeda. Wisatawan dapat menggabungkan kunjungan ke kawasan alam seperti Campuhan Ridge Walk dan Tegallalang dengan pengalaman budaya di Ubud Palace, Pura Taman Kemuda Saraswati, serta museum seni.
Perpaduan tersebut menjadi salah satu daya tarik Ubud sebagai kawasan wisata yang tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga pengalaman mengenal seni, sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat Bali.
Editor: Dani M Dahwilani