Mengintip Kampung Unik di Cirebon, Warganya Tinggal Berdampingan dengan Kuburan
JAKARTA, iNews.id - Pemakaman adalah salah satu tempat sakral bagi masyarakat Indonesia. Selain karena tempat dikuburkannya sanak saudara, pemakaman juga seringkali identik dengan makhluk halus penunggu yang biasanya akan mengganggu bila diusik atau tak dihormati.
Namun, terdapat perkampungan di Cirebon mengambil langkah yang sangat drastis dan ekstrem. Warganya membangun rumah di tengah makam. Bukan hanya membangun rumah di area makam, tetapi benar-benar di atas pemakaman.

Lantas, seperti apa keunikan perkampungan yang berdiri berdampingan dengan makam kuburan tersebut? Berikut ulasannya dirangkum pada Senin (26/7/2021).
1. Lokasi
Dikutip dari video YouTube akun wekajournal, kampung ini bernama Kemlaten dan terletak di kelurahan Harjamukti, Kabupaten Cirebon. Berlokasi di pinggir jalan alternatif, kampung ini cukup ramai diwarnai lalu-lalang kendaraan bermotor dan suara knalpot; sedikit mengusir suasana mencekam yang identik dengan makam.
2. Menempel dengan Makam

Entah karena jalan yang ramai atau memang warga yang sejatinya pemberani, rumah-rumah di kampung ini dibangun sangat dekat dengan makam-makam yang ada. Bahkan, beberapa makam terlihat menempel dengan dinding rumah atau terletak di halaman rumah bak gapura atau patung hiasan.
3. Berbagai Generasi
Banyak warga yang sudah tinggal di kampung ini sejak tahun 90-an ke belakang, dan hingga kini telah memiliki dua, hampir tiga, generasi yang tumbuh besar di Kampung Kemlaten. Layaknya kampung biasa, di sini pun ada banyak anak-anak yang sering bermain pada sore hari. Bedanya, alih-alih bermain di tanah lapang, anak-anak Kampung Kemlaten bermain di atas makam.
4. Tanah Kraton
Rupanya, kebanyakan makam yang terdapat di Kampung Kemlaten bukan makam warga setempat melainkan masyarakat umum yang juga datang dari luar kampung. Tanah Kemlaten pun ternyata bukan tanah pribadi, tetapi tanah milik Kraton Cirebon. Uniknya, para warga tak pernah diusir dari lahan ini dan dibiarkan tinggal sejak sebelum tahun 90-an.
Editor: Vien Dimyati