Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Rakyat Danau Lido 2026: Ajak Pengunjung Bernostalgia dan Peduli Lingkungan
Advertisement . Scroll to see content

Menjelajahi Danau Lido Lewat Festival Rakyat, Ada Parade Rakit hingga Pasar Bageur

Minggu, 08 November 2026 - 17:43:00 WIB
Menjelajahi Danau Lido Lewat Festival Rakyat, Ada Parade Rakit hingga Pasar Bageur
Festival Rakyat Danau Lido 2026. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Danau Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menawarkan pengalaman wisata yang berbeda melalui Festival Rakyat Danau Lido 2026. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati suasana kawasan danau, tetapi juga menyaksikan parade rakit berhias, mencicipi produk lokal di Pasar Bageur, hingga mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Festival yang mencapai puncaknya pada Minggu (8/11/2026) tersebut berlangsung di kawasan Soekarno Park KEK MNC Lido City. Ribuan pengunjung datang untuk menikmati beragam atraksi budaya dan kegiatan edukatif yang mengangkat potensi wisata, perikanan, serta ekonomi masyarakat sekitar.

Mengusung tema 'Bageur ka Danau, Bageur ka Urip', festival ini membawa pesan kearifan lokal Sunda tentang hubungan erat antara kelestarian alam dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Festival Rakyat Danau Lido. (Foto: Niko Prayoga)
Festival Rakyat Danau Lido. (Foto: Niko Prayoga)

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah parade rakit berhias hasil kreasi warga. Rakit-rakit tersebut menjadi bagian dari atraksi yang memperlihatkan kreativitas masyarakat sekaligus kedekatan mereka dengan kehidupan danau.

Pengunjung juga dapat menyambangi Pasar Bageur yang menghadirkan produk lokal, termasuk bazar ikan nila hasil budidaya masyarakat. Beragam kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi ekonomi warga yang tumbuh dari sumber daya di sekitar Danau Lido.

Tidak hanya menawarkan hiburan, festival ini juga menghadirkan pengalaman wisata edukatif. Ada Kids Eco-Corner yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan, Pojok Sejarah Lido, hingga diseminasi inovasi olahan pangan berbasis perikanan darat.

Pentas seni budaya lokal dan talk show mengenai tata kelola danau berbasis kolaborasi turut melengkapi rangkaian acara. Dengan demikian, pengunjung bisa menikmati festival sekaligus mendapatkan gambaran mengenai upaya menjaga kawasan danau.

Camat Cigombong Irwan Soemantri mengatakan, Festival Rakyat Danau Lido memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menghadirkan kegiatan hiburan. Acara ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali sejarah Danau Lido kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Irwan, Danau Lido memiliki kenangan tersendiri bagi warga Cigombong karena dahulu menjadi salah satu tempat berkumpul masyarakat. Melalui festival ini, dia berharap generasi muda semakin mengenal sejarah kawasan tersebut dan memiliki kepedulian untuk menjaganya.

"Karena ini tempat memang dulunya penuh dengan historis bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Cigombong. Kegiatan inilah mengangkat kembali, mengingat kembali, termasuk juga upaya-upaya untuk kembali melestarikan Danau Lido itu sendiri. Dimulai dengan kegiatan minimal generasi muda tahu dulu histori dan lain-lain, sehingga mereka mempunyai kecintaan kepada Danau Lido," ujar Irwan.

Menariknya, Festival Rakyat Danau Lido tidak hanya berlangsung dalam satu hari. Sebelum puncak acara, masyarakat telah mengikuti sejumlah kegiatan pra-event yang mengedepankan partisipasi publik.

Rangkaian tersebut meliputi aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.

Irwan menjelaskan, puncak festival sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Bhumi Pasar Hijau (BPH) yang telah berlangsung selama beberapa bulan, termasuk kegiatan di Kampung Tambakan.

"Ini rangkaian kegiatan closing dari teman-teman BPH, kebetulan kami dari BPH Pasar Hijau ada kegiatan di Kampung Tambakan, ini adalah closing ceremony-nya setelah melaksanakan kegiatan beberapa bulan," katanya.

Festival Rakyat Danau Lido di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Niko Prayoga)
Festival Rakyat Danau Lido di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Niko Prayoga)

Dia berharap festival yang diinisiasi masyarakat tersebut dapat terus berlangsung dan menjadi agenda tahunan di kawasan Cigombong.

"InsyaAllah, ini menjadi sebuah awal yang diinisiasi teman-teman dari BPH, karena ini juga saya berkonsultasi dengan pimpinan, Alhamdulillah ke depannya akan menjadi event tahunan. Tempatnya di daerah sekitar sini dengan nama Festival Rakyat Danau Lido," ungkap Irwan.

Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga diberikan oleh KEK MNC Lido City melalui penyediaan kawasan Soekarno Park sebagai lokasi utama puncak acara. Tidak hanya itu, sejumlah aktivitas dalam rangkaian kegiatan juga memanfaatkan area outbound di Lido Resort Hotel.

General Manager Town Management KEK Lido, Syaiful Ardiansyah, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi yang telah dibangun bersama masyarakat dan Bhumi Pasar Hijau.

"Support kami terhadap kegiatan ini tentunya di samping menyediakan lokasi, juga kami ada beberapa aktivitas dari Festival Rakyat Danau Lido ini yang menggunakan lokasi di MNC Lido City, yaitu di lokasi outbound kami yang ada di Lido Resort Hotel," ujar Syaiful.

Dia menambahkan, Danau Lido merupakan salah satu ikon Cigombong yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus kawasan pariwisata di sekitarnya.

"Kolaborasi kita ini sudah ada beberapa pembicaraan sebelumnya. Kami dengan Bhumi Pasar Hijau maupun dengan warga masyarakat di sini. Tentunya MNC Lido City sebagai KEK Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat concern dengan Danau Lido yang memang ikon dari Cigombong yang juga tentunya mempunyai manfaat buat KEK Lido City," tuturnya.

Di balik berbagai aktivitas wisata tersebut, upaya menjaga kelestarian Danau Lido juga menjadi perhatian. Syaiful mengungkapkan, KEK MNC Lido City telah menjalankan sejumlah program pelestarian sejak 2019, mulai dari pemompaan lumpur untuk mengurangi sedimen, pembersihan sampah, hingga penataan bagian tepi danau secara berkala bersama masyarakat.

"Yang pertama tentunya kita melakukan pemompaan lumpur untuk upaya membersihkan sedimen yang ada di Danau Lido. Itu kita investasi miliaran untuk pembelian pompa kemudian juga kegiatan-kegiatan pembersihan Danau Lido, itu kan banyak sampah. Ada juga perapian sisi-sisi danau, kita melibatkan beberapa masyarakat juga di sekitar, itu juga yang berlangsung hingga saat ini. Hingga saat ini kita masih melakukan hal tersebut secara rutin," jelasnya.

Selain itu, dilakukan pembangunan danau penahan lumpur atau danau retensi yang berfungsi sebagai zona penyangga. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menahan sedimen dan material dari kawasan hulu agar tidak langsung masuk ke Danau Lido.

Syaiful menjelaskan, aktivitas masyarakat di kawasan hulu, termasuk pertanian, berpotensi membawa material yang dapat mencemari danau. Karena itu, danau retensi dibangun untuk membantu mengurangi risiko pencemaran sekaligus menambah luasan Danau Lido.

"Kami juga membangun danau penahan, bangunan penahan lumpur yang pada intinya berhasil menambah luasan dari Danau Lido, juga menjadi buffer zone yang kami ketahui bersama, dari arah hulu itu banyak aktivitas masyarakat untuk pertanian, itu banyak juga unsur-unsur yang memang bisa mencemari Danau Lido," katanya.

Pemantauan kualitas air juga dilakukan secara berkala, baik di danau retensi maupun Danau Lido, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan kawasan tersebut.

"Itu jadi buffer zone, sehingga kami juga lakukan pengukuran dari kualitas airnya, baik yang ada di danau retensi tadi maupun yang ada di Danau Lido secara berkala," lanjut Syaiful.

Festival Rakyat Danau Lido sendiri merupakan hasil kolaborasi masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasar Hijau, Danone Indonesia, dan KEK MNC Lido City.

Syaiful menegaskan, pihaknya siap mendukung apabila festival tersebut berkembang menjadi agenda pariwisata tahunan. Dukungan juga terbuka untuk berbagai kegiatan lain yang bertujuan menjaga kelestarian Danau Lido.

"Untuk kegiatan ini pastinya KEK MNC Lido City sangat mendukung dan bahkan kami sangat support jika memang kegiatan ini akan berlangsung setiap tahun. Juga kegiatan-kegiatan lain yang memang untuk melestarikan Danau Lido, kami pasti akan support," pungkasnya.

Melalui festival ini, Danau Lido menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam. Kreativitas warga, kekayaan budaya, hasil perikanan, dan kegiatan edukasi lingkungan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang mempertemukan pengunjung dengan kehidupan masyarakat Cigombong.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut