Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di Ancol hingga Kota Tua saat Malam Tahun Baru
Advertisement . Scroll to see content

Misteri Koleksi Museum Wayang yang Terkenal Angker, Boneka Sigale-gale Selalu Bikin Merinding

Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:17:00 WIB
Misteri Koleksi Museum Wayang yang Terkenal Angker, Boneka Sigale-gale Selalu Bikin Merinding
Menelusuri Museum Wayang yang terkenal angker (Foto: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wisata Kota Tua Jakarta hingga kini dikenal sebagai lokasi wisata sejarah yang populer bagi para wisatawan, baik turis lokal maupun mancanegara. Banyak keberadaan gedung tua seperti Museum Fatahillah yang ramai dengan pengunjung yang menjadi daya tarik wisata.

Selain itu, kawasan ini juga memiliki berbagai museum lainnya bagi pengunjung yang gemar melihat benda-benda bersejarah, salah satunya adalah Museum Wayang

Museum Wayang merupakan salah satu tempat wisata yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Di museum tersebut terdapat banyak jenis tokoh pewayangan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara lain. Namun, di balik nilai sejarahnya, terdapat beberapa kisah mistis yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. 

Penasaran? Berikut ini MNC Portal Indonesia sajikan ulasannya dirangkum pada Selasa (3/8/2021).

1. Sejarah dan Asal-Usul Museum Wayang

Sebelum menjadi museum, gedung di kawasan Kota Tua Jakarta ini dulunya merupakan bangunan gereja yang bernama De Oude Hollandche Kerk atau Gereja Lama Belanda yang dibangun di tahun 1640.

Gereja tersebut kemudian mengalami perombakan pada 1732 dan namanya diubah menjadi Gereja Baru Belanda atau De Nieuwe Hollandse Kerk. Sayangnya, akibat gempa bumi yang terjadi pada 1808, bangunan gereja itu pun roboh.

Selanjutnya, Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia atau Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pun memutuskan untuk membeli bangunan bekas gereja itu yang diserahkan kepada Yayasan Oud Batavia yang mengubahnya menjadi Oud Bataviaasche Museum pada 1939. Seperti yang banyak dikisahkan di Museum Wayang.

Setelah mengalami beberapa kali perpindahan kepemilikan, bangunan ini akhirnya dikelola Pemerintah DKI Jakarta yang lantas memutuskan untuk menjadikannya Museum Wayang di tahun 1968. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur Ali Sadikin pada 13 Agustus 1975 dan sempat diperluas pada tahun 2000-an. Saat ini, bangunan Museum Wayang terdiri dari 2 lantai. 

2. Lokasi dan Daya Tarik Museum Wayang 

Seperti namanya, Museum Wayang Kota Tua berada di area Wisata Kota Tua Jakarta yang lokasinya berdekatan dengan ikon bangunan Kota Tua itu sendiri atau yang biasa disebut Jakarta History Museum, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara 27, Jakarta Barat.

Ketika mengunjungi museum ini, hal yang paling menuai perhatian adalah bentuk bangunan serta koleksinya. Mengapa? Pasalnya, aspek bentuk bangunan tua museum sangat mencerminkan gedung di era Kolonialisasi Belanda yang langsung dapat dilihat dari bagian depannya. 

Sedangkan terkait koleksinya, Museum Wayang memiliki ribuan wayang dan boneka kayu lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar negeri seperti boneka dari Malaysia, Thailand, hingga Suriname. 

Selain itu, terdapat Makam dari para petinggi VOC dan Pemerintah Hindia-Belanda di era penjajahan dahulu, salah satu yang terkenal adalah Makam seorang Gubernur VOC Jan Pieterszoon Coen atau J.P Coen

3. Misteri Benda Koleksi Museum Wayang

Adapun misteri serta cerita horor dari Museum Wayang tidak dapat dilepaskan dari sejarah bangunan yang telah berusia ratusan tahun tersebut, serta benda-benda koleksi yang terdapat di dalamnya. 

Bagi pengunjung yang ‘peka’, suasana di Museum Wayang akan terasa cukup berbeda yang sarat dengan nuansa mistis. 

Terdapat banyak sekali misteri serta kisah menyeramkan yang berasal dari pengunjung maupun penjaga museum.

Yang pertama adalah misteri terkait beberapa benda koleksi Museum Wayang, salah satu yang dianggap menyeramkan adalah Boneka Sigale-Gale yang berasal dari Sumatera Utara. 

Secara bentuk, boneka tersebut sesungguhnya sudah tampak sedikit menyeramkan dengan sosok pria hitam yang memakai baju serba putih. Ditambah lagi sejarah dan legenda yang menyebut, boneka yang digunakan pada upacara kematian masyarakat di Pulau Samosir tersebut kerap dihuni oleh arwah orang meninggal yang merasuki boneka. 

Selain itu, si pembuat boneka tersebut dipercaya akan langsung meninggal beberapa saat setelah boneka tersebut jadi dan digunakan dalam upacara. Seram!

Selanjutnya yang paling kondang adalah misteri mengenai koleksi Gamelan Sunda yang terdapat di lantai 2 museum. 

Terdapat kebijakan yang melarang pengunjung untuk membunyikan alat musik tersebut. Usut punya usut, hal ini karena tindakan tersebut diyakini akan dapat mengganggu makhluk yang mendiami lokasi sekitar di mana gamelan tersebut diletakkan!

4. Cerita Horor yang Beredar

Misteri yang menyelimuti museum tersebut seakan nyata seiring cukup banyaknya cerita horor yang dialami langsung oleh pengunjung bahkan petugas museum sekalipun.

Cerita tersebut beredar dari mulut ke mulut, dengan salah satu cerita paling terkenal adalah yang dialami oleh seorang penjaga museum bernama Syarif, yang menyaksikan anak kecil hingga wanita dengan gaun merah saat sedang membersihkan museum yang telah tutup dan sepi dari pengunjung. 

Satu hal yang pasti, Museum Wayang adalah salah satu museum yang sangat menarik untuk dikunjungi bagi Anda yang ingin menikmati aktivitas wisata sejarah di Ibu kota. Pun demikian jika Anda tertarik untuk mengulik misteri hingga kisah mistis yang beredar!

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut