Muncul Gundukan Tanah Aneh di Mojokerto, Ternyata Dalamnya Candi Megah
JAKARTA, iNews.id - Keunikan peninggalan sejarah zaman dulu selalu saja memiliki daya pikat tersendiri. Terutama peninggalan candi yang eksotis dan memiliki filosofi.
Memang, Indonesia telah lama dikenal sebagai negara yang banyak memiliki warisan budaya dari peradabannya terdahulu. Peninggalan nenek moyang seperti prasasti, relief hingga candi banyak ditemukan oleh arkeolog hingga masyarakat.
Salah satu temuan yang sempat menghebohkan adalah adanya penemuan bangunan Candi oleh salah seorang petani di wilayah Trowulan, Mojokerto pada tahun 2008.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, dipastikan, gundukan tanah yang menjadi lokasi penemuan adalah benar-benar bangunan Candi Megah yang kemudian dinamai dengan Candi Wates Umpak, sesuai dengan nama desa dari lokasi gundukan tanah tersebut.
Namun, hingga kini ekskavasi atau penggalian terhadap Candi tersebut baru terlaksana sebanyak 50%, menjadikan kemegahan Candi Wates Umpak masih berbentuk gundukan tanah.
Penasaran bagaimana gundukan tanah yang merupakan bangunan Candi tersebut? Simak rangkuman mengenai Candi Wates Umpak yang telah MNC Portal Indonesia sajikan berikut ini, dilansir dari YouTube Kuno Brono pada Sabtu (3/7/2021).
1. Awal Mula Ditemukan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bangunan Candi tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh salah seorang petani setempat yang sedang melakukan penggalian bebatuan dari gundukan tanah yang terletak di wilayah Desa Wates Umpak.
Menariknya, konon sang petani dikabarkan mendapat petunjuk melalui mimpi untuk melakukan penggalian terhadap gundukan tanah tersebut.
Setelah ditelusuri oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur, dipastikan bangunan tersebut merupakan Candi yang diperkirakan peninggalan kerajaan Majapahit abad ke-13.
2. Mengintip Lokasi dan Kondisi Candi
Hingga kini, Candi Wates Umpak yang lokasinya berada di tengah-tengah area persawahan tersebut masih berupa gundukan tanah dengan bangunan makam yang terdapat di puncaknya.
Adapun bangunan makam tersebut terdapat sekitar 4 makam yang diyakini warga setempat sebagai makam dari anggota kerajaan Majapahit.
3. Tampak bangunan makam yang terdiri dari 4 batu nisan
Selain itu, pada dinding makam terdapat tulisan berupa aksara Jawa Kuno yang masih cukup terlihat jelas.
Seperti yang telah disebutkan, penggalian Candi ini baru terlaksana kurang lebih 50% saja, sehingga hanya separuh bangunannya saja yang terlihat.
Salah satu bagian Candi yang terlihat adalah bangunan pada bagian fondasi Candi telah selesai dilakukan penggalian. Tampak bebatuan yang merupakan fondasi bangunan Candi yang dilengkapi dengan relief sebagai ukiran pada batu tersebut.
4. Tampak fondasi candi
Oleh karena ekskavasi atau penggalian belum tuntas, tampak banyak sekali batu bata yang menutupi bagian candi megah yang memiliki panjang sebesar 10 meter dan juga luas bangunan sebesar 30x30!
Selain bangunan candi, di wilayah tersebut juga terdapat punden berundak yang merupakan makam bagi warga setempat.
Editor: Vien Dimyati