Pariwisata Indonesia Kalah dengan Negara Lain, Ini Kata Arief Yahya
JAKARTA, iNews.id - Meski memiliki sejuta pesona keindahan, namun sayangnya pariwisata di Indonesia masih kalah dengan dengan negara lainnya. Terutama dalam hal menggaet wisatawan mancanegara. Bagaimana tanggapan Menteri Pariwisata Arief Yahya?
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, bahwa pariwisata di Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain. Hampir di semua bidang, mulai dari jumlah turis hingga penjualan objek wisatanya.
"Terakhir, jumlah wisman kita hanya 10 juta. Padahal, Singapura sudah mencapai 15 juta, Malaysia 25 juta, Thailand 30 juta. Kenapa kita kecil," tutur Menpar Arief Yahya, ditemui iNews.id saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata IV-2017, di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (12/12/2018).
Menurutnya, ada yang kurang ketika melakukan strategi pariwisata. Di saat negara lain mengeluarkan paket-paket wisata murah dan berbagai calender event, Indonesia belum melakukannya.
Menpar mencontohkan, negara Jepang yang mempermudah kunjungan wisman, seperti visa free dan low cost carrier. Hasilnya, kunjungan wisman ke Jepang naik.
"Untuk negara tetangga, Malaysia, memiliki 200 event ‘visit Malaysia’ dan Thailand fokus di tujuh produk, seperti sport tourism, gastronomi hingga maritim," ucapnya.
Maka itu, Menpar ingin strategi pariwisata di Indonesia ditingkatkan, salah satunya dengan menggelar “Calender of Event” di tiap destinasi unggulan di Indonesia.
"Kami menyiapkan ‘calender of event wonderful Indonesia’ (CoE WI) dan paket tour Visit Indonesia Wonderful Indonesia (VIWI) 2018 yang ada di 18 destinasi unggulan. Sebanyak 18 destinasi ini adalah paling siap mendatangkan wisman ke Indonesia," ujarnya.
Untuk menggenjot ketertinggalan, agar destinasi di Indonesia "naik kelas", maka diperlukan strategi berbeda. Tak hanya memperkuat program paket wisata murahnya saja. Tapi pariwisata di Indonesia harus mulai bertransformasi ke digital.
"Program paket wisata murah hot deal dan paket tour VIWI 2018, itu sudah dilakukan oleh berbagai negara. Sekarang beralih ke destinasi digital," kata Menpar.
Menurutnya, destinasi digital adalah destinasinya traveler milenial yang sedang kekinian. Mereka selain berwisata, juga memperkenalkan objeknya melalui Instagram.
"Ada tujuh destinasi digital yang sudah kami buat. Ini meledak dan menjadi trending topic. Wisatawan saat ini kebiasaanya berfoto dulu, sehingga ini yang bikin terkenal," jelasnya.
Editor: Tuty Ocktaviany