Pawai Budaya 38 Provinsi Meriahkan Festival Negeri Kami 2026, Intip Keseruannya!
JAKARTA, iNews.id – Keindahan budaya Indonesia dari Aceh hingga Papua berkumpul dalam satu panggung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pawai busana daerah, alunan musik Tanjidor, hingga pertunjukan tarian tradisional dari 38 provinsi memeriahkan pembukaan Festival Negeri Kami (FNK) 2026.
Festival ini menghadirkan pengalaman menjelajahi kekayaan Nusantara tanpa harus berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya. Berbagai busana adat, musik tradisional, dan gerak tari khas daerah tersaji dalam satu rangkaian acara yang menjadi ruang perjumpaan budaya dari seluruh Indonesia.
Untuk pertama kalinya, seluruh provinsi di Indonesia tampil bersama dalam satu festival kebudayaan di TMII. Kegiatan ini digagas dan diselenggarakan International Creatives Exchange (ICE) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI).
Pembukaan festival berlangsung di Plaza Kori Agung dan dibuka secara simbolis oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, yang mewakili Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Kemegahan budaya Nusantara langsung terasa sejak pawai budaya dimulai. Kontingen dari 38 provinsi berbaris mengenakan busana daerah masing-masing, menampilkan kekhasan melalui warna, motif kain, aksesori, hingga hiasan kepala.
Ragam penampilan tersebut memperlihatkan betapa beragamnya identitas budaya Indonesia. Setiap busana membawa ciri khas daerah, sekaligus menjadi representasi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Suasana semakin semarak dengan iringan marching band yang berpadu dengan musik Tanjidor dan kehadiran Ondel-ondel. Dua ikon budaya Betawi itu menjadi bagian dari sambutan Jakarta kepada para peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Antusiasme masyarakat turut membuat kawasan TMII ramai sepanjang pawai berlangsung. Pengunjung dapat menyaksikan beragam kekayaan budaya dalam satu kesempatan, mulai dari tradisi wilayah barat Nusantara hingga kesenian dari kawasan timur Indonesia.
Setelah pawai dan prosesi pembukaan, kemeriahan berlanjut di panggung utama Festival Negeri Kami 2026. Para penari dari 38 provinsi tampil secara bergantian, memperkenalkan tarian tradisional dengan kostum dan karakter gerak yang berbeda-beda.
Setiap pertunjukan membawa cerita tentang daerah asalnya. Ada tarian yang tumbuh dari kehidupan masyarakat pesisir, sementara lainnya berakar pada tradisi, ritual, dan kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan.
Perbedaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena penonton dapat melihat bagaimana kondisi geografis, sejarah, dan kebiasaan masyarakat turut membentuk kesenian daerah.
Rangkaian pertunjukan itu sekaligus menghidupkan fungsi TMII sebagai miniatur Indonesia. Berbagai identitas budaya yang tersebar di ribuan pulau dipertemukan dalam satu ruang, sehingga masyarakat dapat mengenal kekayaan Nusantara secara lebih dekat.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menilai kehadiran seluruh provinsi dalam satu pawai memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.
Menurutnya, festival ini menjadi terobosan karena kegiatan kebudayaan di TMII sebelumnya umumnya hanya melibatkan sebagian provinsi.
“Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini juga mendidik, karena membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa pertunjukan dalam festival tersebut baru memperlihatkan sebagian kecil dari kekayaan budaya Indonesia.
Mahendra menyebut Indonesia memiliki 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, dan 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan.
“Dengan kekayaan sebesar ini, Indonesia bukan lagi diversity, melainkan mega diversity,” tegasnya.
Founder & Global Head International Creatives Exchange, Atta Ul Karim, mengatakan menghadirkan seluruh provinsi Indonesia dalam satu tempat merupakan cita-cita yang ia tetapkan sejak awal. Persiapan Festival Negeri Kami 2026 sendiri berlangsung selama tujuh bulan.
“Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung harus membuat acara seperti apa. Akhirnya saya memutuskan: saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai,” tutur Atta.
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan festival kebudayaan harus berangkat dari ketulusan dan keinginan untuk menjaga tradisi Indonesia.
“Membuat acara budaya harus dimulai dengan jiwa budaya. Di budaya, manfaatnya hanya satu: menghidupkan budaya Indonesia,” ujarnya.
Ketua Pelaksana FNK 2026, Rifai Akif, turut mengakui bahwa menghimpun seluruh provinsi bukan pekerjaan mudah. Tantangan tersebut semakin terasa dengan adanya pemekaran wilayah, termasuk di Papua yang kini terbagi menjadi enam provinsi.
“Tapi hari ini, impian itu terwujud, perwakilan 38 provinsi berkumpul untuk berparade dan menampilkan keseniannya di panggung FNK.”
Melalui pawai dan pertunjukan tari dari seluruh provinsi, Festival Negeri Kami 2026 diharapkan menjadi ruang perjumpaan budaya yang memperluas wawasan masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas Indonesia.
Lebih dari sekadar perayaan, festival ini memperlihatkan bagaimana keragaman dapat hadir berdampingan dalam satu panggung. Dari busana adat hingga tarian tradisional, setiap daerah membawa ciri khasnya sendiri, tetapi seluruhnya menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Editor: Muhammad Sukardi