Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MotoGP Perpanjang Kemitraan dengan Motul hingga 2030
Advertisement . Scroll to see content

Penerbangan hingga Hotel di NTB Semakin Ramai gegara MotoGP Mandalika 2026, Ini Faktanya!

Kamis, 08 Oktober 2026 - 18:37:00 WIB
Penerbangan hingga Hotel di NTB Semakin Ramai gegara MotoGP Mandalika 2026, Ini Faktanya!
Sirkuit MotoGP Mandalika. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai semakin ramai menjelang MotoGP Mandalika 2026. Lonjakan aktivitas wisatawan terlihat dari meningkatnya kebutuhan penerbangan hingga tingginya tingkat hunian hotel di sekitar Mandalika.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026. Ajang balap motor dunia ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung persaingan para pembalap sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata di Lombok.

Salah satu dampaknya terlihat dari konektivitas udara. Sebanyak 66 penerbangan tambahan disiapkan menuju dan dari NTB selama periode MotoGP 2026.

InJourney mengungkap NTB semakin ramai gegara MotoGP Mandalika 2026. (Foto: Istimewa)
InJourney mengungkap NTB semakin ramai gegara MotoGP Mandalika 2026. (Foto: Istimewa)

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan, Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok menjadi pintu utama bagi wisatawan yang hendak menuju Mandalika.

"Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok menjadi pintu gerbang utama bagi para kru tim dan pembalap MotoGP, serta bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk menuju Sirkuit Mandalika," ujar Pahlevi dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).

Dari 66 penerbangan tambahan tersebut, sebanyak 48 merupakan penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa atau charter, empat penerbangan dengan penggantian pesawat berukuran lebih besar, serta tiga positioning flight.

Pahlevi mengatakan penambahan kapasitas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan perjalanan selama gelaran MotoGP.

"InJourney Airports berkolaborasi dengan seluruh stakeholders, antara lain maskapai untuk mengakomodir permintaan yang ada, melalui penerbangan tambahan, penerbangan sewa, serta penggantian pesawat yang lebih besar untuk kapasitas kursi lebih banyak," katanya.

Hotel di Lombok Nyaris Penuh

Bukan hanya penerbangan yang mengalami peningkatan permintaan. Tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika juga telah mendekati 100 persen menjelang race weekend.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan tingginya tingkat hunian menunjukkan besarnya permintaan wisatawan selama MotoGP.

"Tingkat okupansi menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sudah mencapai hampir 100 persen," ujar Wolini.

Saat ini terdapat sekitar 1.560 hotel dan akomodasi di NTB yang tersebar di berbagai wilayah. Tingkat hunian tersebut masih berpotensi meningkat seiring semakin dekatnya hari balapan.

Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan tempat menginap, tersedia pula alternatif akomodasi seperti area camping di kawasan Mandalika.

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan kesiapan akomodasi dan konektivitas menjadi bagian penting dalam menyambut wisatawan yang datang ke NTB.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan kapasitas yang ada dapat terus ditambah, baik dari sisi akomodasi maupun konektivitas penerbangan," ujar Maya. 

Penonton MotoGP Mandalika Terus Bertambah

Ramainya sektor pariwisata NTB tidak terlepas dari meningkatnya jumlah penonton MotoGP Mandalika dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, jumlah penonton tercatat 102.929 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 121.252 orang pada 2024 dan kembali mencatat rekor 140.324 penonton pada 2025.

Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group Carlos Ezpeleta menilai Indonesia memiliki posisi penting bagi perkembangan MotoGP di kawasan Asia. Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat," ujar Carlos.

Dia menilai potensi MotoGP di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dapat berkembang dari sisi pariwisata dan ekonomi.

"Kami melihat potensi yang besar untuk terus mengembangkan MotoGP di Indonesia, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata," katanya.

Dengan basis lebih dari 632 juta penggemar secara global dan jangkauan siaran hampir 200 negara, Mandalika menjadi salah satu destinasi Indonesia yang mendapat sorotan internasional melalui ajang tersebut.

MotoGP Ikut Gerakkan Pariwisata NTB

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan penyelenggaraan MotoGP selama lima tahun mulai memberikan perubahan terhadap ekosistem pariwisata di NTB.

"Setelah lima tahun, kami melihat MotoGP memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan pariwisata di NTB. Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya," ujar Dony.

Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa event internasional dapat memberikan efek lebih luas dibanding aktivitas yang berlangsung di lokasi acara.

"Ini menunjukkan bahwa sebuah event internasional dapat menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekosistem secara lebih luas," katanya.

Dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP di Mandalika sendiri diperkirakan mencapai hampir Rp5 triliun. Ekosistem tersebut melibatkan hingga 3.000 tenaga kerja lokal dan sekitar 600 UMKM.

Bagi wisatawan, meningkatnya aktivitas tersebut membuat MotoGP tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga salah satu momentum yang ikut menggerakkan perjalanan, akomodasi, kuliner, transportasi hingga aktivitas wisata di NTB.

Maya mengatakan dampak MotoGP diharapkan tidak berhenti ketika balapan selesai.

"MotoGP Mandalika bukan sekadar tiga hari balapan, namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global," ujar Maya. 

Dengan penerbangan tambahan dan tingkat hunian akomodasi yang mendekati penuh, geliat wisata di NTB menjadi salah satu dampak yang paling terlihat menjelang MotoGP Mandalika 2026.

Ajang tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sport tourism dapat menjadi pintu masuk wisatawan untuk mengenal Mandalika dan berbagai destinasi lain di Lombok.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut