Pesawat Bisa Mendarat di Air, 6 Destinasi Wisata Indonesia Masuk Rencana Rute Seaplane
JAKARTA, iNews.id - Wisatawan berpotensi memiliki alternatif transportasi baru untuk menjangkau destinasi wisata pesisir dan kepulauan di Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Santai Seaplane tengah mengembangkan layanan pesawat amfibi atau seaplane yang direncanakan mulai beroperasi dari Bali pada 2026.
Sejumlah destinasi masuk dalam penjajakan pengembangan rute, mulai dari Lombok, Labuan Bajo, Kepulauan Kangean, Maluku Utara, hingga Danau Toba. Jika terealisasi, layanan ini berpotensi memperluas akses menuju berbagai destinasi wisata alam yang selama ini membutuhkan kombinasi perjalanan darat dan laut.
Berbeda dari pesawat komersial pada umumnya, seaplane merupakan pesawat amfibi yang dapat lepas landas dan mendarat di darat maupun di permukaan air. Kemampuan tersebut membuat pesawat ini berpotensi menjadi alternatif transportasi untuk menjangkau kawasan pesisir dan pulau-pulau yang memiliki keterbatasan akses.
Menggunakan seaplane, wisatawan berpeluang mendekati destinasi melalui titik pendaratan di perairan tanpa harus selalu bergantung pada bandara dengan landasan pacu konvensional. Meski demikian, setiap rute tetap membutuhkan kesiapan fasilitas, pemenuhan standar keselamatan, serta persetujuan operasional.
Dalam rencana pengembangan awal, Santai Seaplane menjajaki sejumlah titik pendaratan di perairan, termasuk Benoa di Bali, Pantai Sira dan Mandalika di Lombok, serta Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, Kepulauan Kangean, Maluku Utara, dan Danau Toba juga masuk dalam daftar destinasi yang dipertimbangkan untuk pengembangan jaringan penerbangan tersebut.
Pengembangan layanan ini berpotensi memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel bagi wisatawan, khususnya mereka yang ingin mengunjungi destinasi alam dengan akses transportasi terbatas. Di sisi lain, kehadiran moda transportasi baru juga dapat mendukung pengembangan pariwisata di luar destinasi yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan.
Namun, rencana pengembangan rute tersebut masih dalam tahap penjajakan. Jadwal penerbangan, tarif, waktu tempuh, serta kepastian operasional untuk setiap destinasi masih menunggu pengumuman resmi.
Jika terealisasi sesuai rencana, seaplane dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas konektivitas wisata Indonesia, terutama menuju kawasan pesisir dan kepulauan yang memiliki potensi wisata alam.
Editor: Dani M Dahwilani