Positif! 13,98 Juta Wisatawan Mancanegara Datang ke Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengklaim sepanjang 2025, sektor pariwisata Indonesia mencatat kinerja solid. Kabar baik ini tentu membawa dampak positif untuk perekonomian Indonesia.
Menurut Menpar Widiyanti, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta pada periode Januari–November 2025 dan diproyeksikan menyentuh 15,34 juta kunjungan pada akhir Desember. Capaian ini melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan.
Lalu, rerata pengeluaran per kunjungan wisatawan internasional meningkat menjadi 1.259 dolar AS pada tiga kuartal pertama 2025. Menurutnya ini melampaui target 1.220 dolar AS. Dampaknya, penerimaan devisa pariwisata tercatat sebesar 13,82 miliar dolar AS dan diproyeksikan menembus 18,53 miliar dolar AS pada akhir tahun.
Lebih lanjut Widiyanti mengatakan sektor pariwisata juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta pada 2026.

Menteri Pariwisata juga secara transparan memaparkan posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Widyanti mengklaim sisi jumlah kunjungan absolut pada periode Januari–November 2025, Indonesia menempati peringkat kelima.
Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga, seperti Thailand melalui diplomasi kuliner globalnya, serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat.
Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan. Menteri Widiyanti juga menekankan pentingnya penggunaan data yang adil dalam perbandingan kinerja antarnegara.
"Jika kita membandingkan dengan Malaysia, misalnya, kita perlu mengecualikan data ekskursionis, yakni pelancong yang hanya melintas singkat untuk kebutuhan harian. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif," katanya, dikutip dari laman resmi Kemenpar, Kamis (22/1/2026).
Menyongsong 2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi lima program unggulan, yakni penguatan keamanan pariwisata, peningkatan skala dan kualitas desa wisata, pengembangan Paket Wisata Tematik, penguatan program Event by Indonesia, serta Tourism 5.0 melalui pemanfaatan teknologi.
Editor: Muhammad Sukardi