Sandiaga Uno Optimistis Vaksinasi Bisa Bangkitkan Sektor Pariwisata pada 2021
JAKARTA, iNews.id - Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat Covid-19. Meski demikian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno optimistis sektor parekraf kembali bangkit.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan secara gamblang perkembangan kondisi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia sejak pandemi Covid-19 melanda.
Sandiaga tidak memungkiri sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sektor yang paling terburuk, dan membutuhkan langkah-langkah pemulihan yang tepat. Terutama bagi daerah-daerah yang menjadikan pariwisata sebagai ujung tombak perekonomian.
"Sepanjang 2020, ekonomi pariwisata Indonesia mengalami penurunan hingga 12%. Perlu diketahui pula, sekitar 80% ekonomi di Bali itu bergantung pada pariwisata. Alhasil, sekarang banyak warga yang kehilangan mata pencahariannya," kata Sandiaga dalam webinar bertajuk 'Vaksin Datang Pariwisata Gemilang', Senin (1/3/2021).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kondisi perekonomian Bali saat ini juga sangat memprihatinkan. Pada 2020 lalu, Bali menjadi provinsi terbawah dari 34 provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling rendah hingga -9%.
Kendati demikian, Sandiaga tetap optimistis pada 2021 ini, sektor pariwisata akan bangkit kembali seiring dengan dijalankannya proses vaksinasi terhadap pelaku parekraf. Namun dia mengimbau agar pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat untuk bekerjasama menyukseskan program tersebut.
"Kita harus gerak cepat pulihkan sektor ini, gak bisa sendiri-sendiri. Harus garap semua potensi. Vaksinasi itu satu dari beberapa pilar. Jangan terlena, tetap harus disiplin terapkan 3 M dan 3T," kata Sandiaga.
"Saya melihat khusus Bali, konsensus analis 2021 kita akan bangkit kita akan rebound. Prediksi World Bank, ekonomi kita tumbuh positif 3,1 %. Data IMF menyebut ekonomi kita tumbuh 4,8 % di tahun 2021, dan 6 % di tahun 2020. Kita harus optimistis," kata Menparekraf.
Editor: Vien Dimyati