Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jakarta Masih Nihil Super Flu, Pramono Persilakan Warga Vaksinasi untuk Pencegahan
Advertisement . Scroll to see content

Setahun Terdampak Covid-19, Sandiaga Uno Kaji Stimulus bagi Insan Perfilman

Sabtu, 17 April 2021 - 23:15:00 WIB
Setahun Terdampak Covid-19, Sandiaga Uno Kaji Stimulus bagi Insan Perfilman
Sandiaga Uno kaji stimulus bagi insan perfilman (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama setahun, sektor ekonomi kreatif khususnya perfilman mengalami dampak paling signifikan akibat pandemi Covid-19. Bioskop banyak yang tutup dan para ekonomi kreatif (ekraf) mengalami kerugian.

Dalam rangka mengembalikan geliat sektor ekraf di industri perfilman, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tengah mengkaji berbagai stimulus yang dapat diberikan kepada insan perfilman.

"Kami akan mengkaji mulai dari sisi produksi, distribusi hingga pemasaran bersama dengan industri agar benar-benar dapat memberikan dorongan yang tepat manfaat dan tepat sasaran," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku ekonomi kreatif, Graha Persahabatan, GKI Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (17/4/2021).

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menambahkan, sebagai bentuk upaya mendorong kebangkitan di sub sektor perfilman, Kemenparekraf pada minggu lalu juga telah mengkampanyekan program #KembaliKeBioskop. 

Kampanye ini sebagai perwujudan dari semangat untuk memulai kembali kegiatan menonton di bioskop dan memastikan bahwa bioskop itu aman, nyaman dengan penerapan protokol kesehatan dari segi kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan. 

“Minggu lalu kita sudah mengkampanyekan gerakan kembali ke bioskop dengan nonton bareng di bioskop Metropole dan itu sekaligus memastikan kesiapan bioskop menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Ke depan setelah vaksinasi dilakukan, kita akan mendorong produksi-produksi film di Indonesia tahun ini, dan kami berharap sektor perfilman dan sub sektor ekonomi kreatif lainnya bisa pulih juga tahun ini,” kata Angela. 

Program vaksinasi kepada pelaku ekonomi kreatif mulai dilaksanakan hari ini, Sabtu (17/4/2021). Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kick off pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya mempercepat pemulihan sektor ekonomi kreatif di Tanah Air.  

Di tahap pertama, vaksinasi dilakukan terhadap 126 pelaku ekonomi kreatif. Sandiaga Uno dalam sambutannya usai melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi, menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi berbagai pihak, khususnya Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Homecare 24 dan para pelaku ekraf atas terwujudnya program vaksinasi. 

Program ini akan dilanjutkan secara bertahap bagi pelaku dari subsektor ekonomi kreatif lainnya, yakni film, musik, seni pertunjukkan dan bioskop, televisi, radio serta event. Saat ini tercatat ada 25 ribu pelaku ekonomi kreatif di Jakarta. 

“Ini menjadi kick off untuk program vaksinasi bagi para pelaku ekonomi kreatif yang memiliki 17 sub sektor. Kami mendukung para pelaku ekraf ini untuk diprioritaskan mendapatkan vaksin karena sifat kerjanya banyak bersinggungan dengan tingkat eksposur yang tinggi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno. 

Saat program vaksinasi pelaku ekraf tersebut hadir pula, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya serta perwakilan pelaku ekraf yakni Nia Dinata, Armand Maulana, Arya Saloka, Surya Saputra, Soleh Solihun hingga Andi Rif. 

Program vaksinasi bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor ekonomi kreatif di Tanah Air. Dan pelaku ekraf bisa kembali melakukan produksi dan beraktivitas, namun tetap dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. 

“Setelah divaksin bukan berarti kita kebal terhadap virus, pulang ke rumah dan di manapun kita harus tetap disiplin melakukan protokol kesehatan. Karena vaksin ini hanya bagian dari salah satu pilar untuk menekan penyebaran Covid-19,” katanya. 

Sementara itu perwakilan pelaku ekraf di industri film, Nia Dinata mengungkapkan, film adalah industri yang penuh dengan kolaborasi berbagai pihak. Tidak mungkin seorang sutradara mengarahkan pemainnya dari kejauhan, tidak mungkin semua kru berjauhan. Biasanya dalam satu set film terdapat minimal 120 kru yang ikut produksi. 

“Semoga kita semua bisa membuka jalan bagi teman teman yang lain dimana mereka bisa mendaftar vaksin juga dan dapat segera digunakan oleh para kru tercinta kita. Karena tanpa kru, kita tidak akan bisa jadi film, sehingga memang bisa secara mandiri daftarkan langsung vaksinasi setelah ini,” kata Nia Dinata.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut