Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kemenpar Imbau Warga Jauhi Pantai dan Pesisir
Advertisement . Scroll to see content

Tak Cuma Bali, Kemenpar Ajak Turis Asing Jelajahi Danau Toba hingga Labuan Bajo

Selasa, 06 Oktober 2026 - 11:44:00 WIB
Tak Cuma Bali, Kemenpar Ajak Turis Asing Jelajahi Danau Toba hingga Labuan Bajo
Labuan Bajo. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong wisatawan mancanegara tidak hanya berlibur di Bali, tetapi melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi lain di Indonesia. Danau Toba hingga Labuan Bajo menjadi sejumlah kawasan yang diharapkan semakin banyak dikunjungi turis asing.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat konektivitas perjalanan wisatawan mancanegara setelah tiba di Indonesia. Salah satunya melalui Garuda Indonesia Stopover Program yang melibatkan Kemenpar, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Mastercard.

Program ini memungkinkan penumpang internasional Garuda Indonesia pada rute tertentu yang memenuhi kriteria untuk menambahkan penerbangan domestik ke destinasi yang berpartisipasi tanpa biaya tambahan saat melakukan pemesanan tiket.

Dengan skema tersebut, wisatawan yang awalnya hanya memiliki rencana perjalanan ke satu wilayah dapat melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia dalam satu rangkaian perjalanan.

Langkah ini dinilai penting karena kunjungan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di sejumlah pintu masuk utama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Bali mencatat 6,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara, sedangkan Jakarta mencapai 2,8 juta kunjungan.

Kemenpar ingin arus wisatawan tersebut tidak berhenti di dua wilayah tersebut. Wisatawan diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenal destinasi lain sekaligus memperpanjang masa tinggal mereka di Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan, pemerataan manfaat pariwisata membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri.

"Akselerasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri," kata Ni Made dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, konektivitas yang lebih luas dapat membuka kesempatan bagi wisatawan mancanegara untuk menjelajahi destinasi baru. Pada saat yang sama, aktivitas wisata di daerah diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

"Inisiatif seperti Program Stopover Garuda Indonesia dapat mendorong wisatawan mancanegara untuk menjelajahi destinasi baru, sekaligus memastikan perputaran ekonomi pariwisata dirasakan langsung oleh masyarakat daerah dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sejumlah destinasi yang dapat menjadi tujuan lanjutan wisatawan tersebut merupakan bagian dari Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Dengan perjalanan multi-destinasi, wisatawan tidak harus menghabiskan seluruh waktu liburannya di satu wilayah. Setelah menikmati Bali sebagai salah satu pintu masuk utama, misalnya, mereka dapat melanjutkan perjalanan menuju destinasi lain sesuai pilihan yang tersedia dalam program.

Dari sisi penerbangan, Garuda Indonesia mengintegrasikan jaringan internasional dan domestiknya untuk mendukung pola perjalanan tersebut.

Plt Direktur Niaga Garuda Indonesia Mukhtaris mengatakan, maskapai nasional memiliki peran dalam menghubungkan wisatawan mancanegara dengan berbagai destinasi melalui jaringan domestik.

"Melalui program ini, kami ingin memberikan nilai tambah pada perjalanan menuju Indonesia dengan membuka lebih banyak pilihan bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan domestiknya," ujar Mukhtaris.

Sementara itu, Mastercard mendukung perluasan jangkauan wisatawan melalui jaringan global serta wawasan konsumen berbasis data. Pada tahap awal, promosi program menyasar sejumlah pasar seperti Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan.

Program ini berlaku bagi penumpang internasional Garuda Indonesia pada rute jarak jauh (long-haul) maupun regional tertentu yang memenuhi kriteria. Periode pemesanan dan keberangkatan dibuka hingga akhir November 2026.

Bagi Kemenpar, perluasan konektivitas tersebut diharapkan dapat mengubah pola perjalanan wisatawan mancanegara. Bukan hanya datang ke Indonesia dan berwisata di satu destinasi, tetapi melanjutkan perjalanan ke lebih banyak daerah sehingga manfaat pariwisata dapat tersebar lebih luas.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut