Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aming Murka Raja Ampat Rusak gegara Tambang Nikel: Membawa Kiamat! 
Advertisement . Scroll to see content

Tren Travelling 2018, Turis Incar Destinasi Baru Indonesia

Kamis, 09 November 2017 - 14:58:00 WIB
Tren Travelling 2018, Turis Incar Destinasi Baru Indonesia
Tren Travelling 2018 (Foto: )
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Bagi wisatawan, travelling sudah menjadi kebutuhan mendasar.  Meski itu hanya untuk beristirahat, dengan travelling bisa mengeksplor keindahan alam dan menenangkan diri dari rutinitas sehari-hari.

Jika dulu travelling menjadi kebutuhan mewah, kini sudah tidak lagi. Diperkirakan, tren travelling nantinya para wisatawan lokal dan asing akan berlomba-lomba mencari destinasi baru di Indonesia.

Vice President Development and Executive Director Accor Hotel, Rio Kondo mengatakan, perilaku konsumen melakukan travelling kini telah berubah. Tidak hanya dari sisi perjalanannya saja, melainkan dari akses persiapan yang dibutuhkan. Mereka mencari yang lebih cepat dan mendapatkan tiket harga murah.

“Tren travelling tahun 2018, tidak akan jauh beda dengan 2017. Keberadaan aplikasi membuat segmentasi pasar menjadi luas. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakan gadget. Selain itu, adanya potensi wisata-wisata baru yang dipromosikan pemerintah, menjadi faktor penting bagi seseorang yang ingin liburan,’’ ungkap Rio di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Jika dilihat dari 2014, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, mencetak angka mengagumkan. Di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, jumlah kunjungan wisman sebesar 9,3 juta. Lalu pada 2015, naik menjadi 10,4 juta, kemudian menembus angka 12 juta. Sedangkan Agustus tahun ini, kunjungan wisman mencapai 9,2 juta orang.

Sedangkan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) sejak 2014, trennya naik tajam. Pada Agustus 2017, angka pergerakan tembus 200 juta orang, dari proyeksi 180,5 juta wisatawan.

Pada 2016, target wisatawan dari 260 juta terlampaui menembus angka 264 juta orang. Sedangkan pada 2015, jumlah wisatawan yang ditargetkan 255 juta, berhasil mencapai 256 juta orang.

"Yang saya lihat, kunjungan wisatawan baik asing maupun lokal, dari tahun ke tahun selalu meningkat. Apalagi jika pemerintah serius mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas, pasti wisatawan yang datang meningkat,” terangnya.

Adapun destinasi prioritas yang kini dikembangkan pemerintah adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu-Kota Tua, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut