Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga
Advertisement . Scroll to see content

Tur Virtual Digemari Wisatawan, Pramuwisata dan Pengelola Desa Diberi Pelatihan

Senin, 31 Agustus 2020 - 15:12:00 WIB
Tur Virtual Digemari Wisatawan, Pramuwisata dan Pengelola Desa Diberi Pelatihan
Pengelola desa wisata diberi pelatihan memandu tur virtual (Foto : Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tur virtual menjadi tren baru berwisata di tengah pandemi Covid-19. Tanpa harus datang ke tempat wisata secara langsung. Melalui tur virtual, Anda tetap dapat menikmati keindahan objek wisata.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan pembuatan tur virtual kepada para pemandu wisata atau pramuwisata dan pengelola desa wisata. Pelatihan ini bertujuan untuk percepatan adaptasi dan pemanfaatan peluang di masa pandemi Covid-19 sekaligus mendorong percepatan transformasi SDM pariwisata berbasis digital.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, pandemi Covid-19 menuntut SDM pariwisata untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dan bertransformasi ke arah digital, salah satunya dalam memandu wisata.

“Maka, sebagai upaya percepatan adaptasi baru, untuk bertransformasi dari manual menjadi digital, diperlukan peningkatan pemahaman dan pembekalan dalam penguasaan teknologi bagi para pramuwisata dan pengelola desa wisata, agar mereka tetap produktif dan dapat bersaing secara digital,” kata Wisnu, di Jakarta, belum lama ini.

Pelatihan tur virtual yang dibuka pada Rabu (26/8/2020), dilakukan secara online/daring dan terbagi dalam dua tahap berdasarkan wilayah regional. Yaitu regional I (Sumatera dan Jawa) dan regional II (Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat).

Untuk tahap I, diberikan bagi pramuwisata dan pengelola desa wisata wilayah Regional II, dengan durasi waktu selama 10 hari untuk masing-masing Batch (4 Batch). Pelatihan untuk tahap I ini berlangsung dari 26 Agustus hingga 25 September 2020.

Dalam pelatihan virtual tour ini, pramuwisata dan pengelola desa wisata dibekali materi terkait teknik dasar memandu secara digital sampai dengan strategi pemasarannya.

Virtual tour ini dianggap sebagai nilai positif yang dapat diambil dari dampak pandemi Covid-19, berupa tambahan sarana berwisata atau promosi destinasi wisata serta sebagai salah satu alternatif bidang pekerjaan.

“Tur Virtual ini sifatnya bukan menggantikan wisatawan untuk berwisata secara langsung, akan tetapi sebagai bentuk diversifikasi dari produk atau sarana yang sudah ada, misalnya untuk mengenalkan dan memberikan gambaran awal bagi wisatawan tentang destinasi yang akan dikunjungi,” kata Wisnu.

Dalam Pelatihan tur virtual ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Atourin, yaitu perusahaan start up yang memiliki pengalaman dalam bidang travel planner, dan pelatihan virtual tour bagi para pramuwisata.

Selain itu, pelatihan ini juga melibatkan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), yang berperan sebagai narasumber dalam teknik bercerita (story telling).

Selama pelatihan ini, pramuwisata dan pengelola desa wisata akan dilatih dan dikenalkan dengan Platform Online Meeting, Google Maps, membuat Itinerary/Rute Virtual Tour, teknik kepemanduan virtual tour, dan strategi pemasaran virtual, serta diberikan simulasi cara pembuatan virtual tour.

Wisnu berharap agar pramuwisata dan pengelola desa wisata dapat dilatih tentang pelayanan berkualitas (service excellence), cara menggali potensi (mulai dari bahan mentah, proses, produk jadi), exploring, packaging dan presenting, sehingga tercipta produk bagi wisatawan (to do, to see, to learn, to buy).

Pramuwisata dan pengelola desa wisata juga akan diberikan tugas membuat virtual tour di destinasi wisatanya sendiri, namun tetap dengan didampingi fasilitator dari Atourin dan HPI.

Diharapkan, melalui pelatihan ini, selain dapat meningkatkan kompetensi dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi, khususnya dalam membuat virtual tour, juga menjadi solusi alternatif bagi pramuwisata dan pengelola desa wisata agar tetap dapat memiliki penghasilan dan bersaing di masa pandemi.

"Kami berharap setelah pelatihan ini pramuwisata dan pengelola desa wisata akan mampu mengaplikasikan ilmunya dengan memproduksi virtual tour di destinasi wisatanya masing-masing, dan ini menjadi solusi atau inovasi pekerjaan baru di masa pandemi," ujarnya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut