Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mencari Kedamaian di Bhutan, Destinasi Wellness Terbaik untuk Sembuhkan Jiwa
Advertisement . Scroll to see content

Unik! Bhutan Punya Festival Mandi Berkah, Namanya Bathing Carnival

Rabu, 30 September 2026 - 13:27:00 WIB
Unik! Bhutan Punya Festival Mandi Berkah, Namanya Bathing Carnival
Festival mandi berkah yang ada di Bhutan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

THIMPHU, iNews.id - Bhutan akan kembali menggelar Bathing Carnival Bhutan (BCB), festival unik yang memadukan permainan air, tradisi, olahraga, kuliner, dan atraksi budaya. Acara tiga hari ini akan berlangsung pada 6-8 November 2026 di Telung, Nganglam, PemaGatshel, Bhutan bagian timur.

Memasuki penyelenggaraan kedua, Bathing Carnival mengusung tema 'Celebrating the Joy of Water' atau Merayakan Kegembiraan Air. Festival ini terinspirasi dari Thruebab atau Hari Hujan Berkah, tradisi Bhutan yang menempatkan air sebagai bagian penting dalam penyucian diri, pembaruan, kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

Tradisi Air Berkah Dikemas Menjadi Festival

Dalam tradisi Thruebab, masyarakat Bhutan secara turun-temurun memanfaatkan air alami yang dipercaya telah diberkahi untuk melakukan ritual mandi. Bathing Carnival kemudian mengangkat makna tersebut ke dalam bentuk festival yang lebih kontemporer.

Alih-alih hanya menjadi ritual budaya, air menjadi pusat berbagai kegiatan yang dapat diikuti masyarakat dan wisatawan. Konsep tersebut membuat pengunjung bisa menikmati unsur rekreasi sekaligus mengenal tradisi Bhutan.

Berbagai aktivitas akan digelar selama Bathing Carnival 2026. Pengunjung dapat mengikuti perang air, tarik tambang air, mandi bersama, serta lomba estafet ember berisi air.

Ada pula permainan water balloon throwball, menembak balon, lempar cincin, hingga fly fishing mahseer hunt. Festival juga menghadirkan laser light show sebagai salah satu hiburan malam.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dengan latar alam Telung yang menjadi bagian dari pengalaman wisata di PemaGatshel.

Tak Hanya Bermain Air, Kenali Budaya Bhutan

Bathing Carnival juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal kehidupan masyarakat setempat. Salah satunya melalui pasar lokal dan demonstrasi pembuatan kerajinan tradisional.

Wisatawan dapat melihat pembuatan Tsatshi Buram, permen gula khas setempat, serta mengenal Dung dan Jaling, alat musik tradisional Bhutan.

Pengalaman kuliner juga menjadi bagian dari festival melalui Valley Fruit Feast dan bamboo mat dining. Rangkaian acara akan ditutup dengan tarian bersama.

Dzongdag atau Gubernur PemaGatshel Singay Dorji mengatakan Bathing Carnival terus dikembangkan dengan menambah aktivitas dan program budaya.

"Bathing Carnival Bhutan berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa, menghadirkan kebahagiaan dan makna melalui alam serta perayaan kebersamaan," ujar Singay Dorji dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Dia mengatakan festival tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi wisatawan untuk mengenal PemaGatshel yang berada di Bhutan bagian timur.

"Festival ini juga merupakan ajakan untuk menemukan dan merasakan pengalaman di PemaGatshel, Lotus Valley yang luar biasa di Bhutan bagian timur," katanya.

Sementara itu, Dzongdag Mongar Lungten Jamtsho menyoroti kekayaan sungai dan alam yang menjadi bagian dari pengalaman Bathing Carnival.

"Selamat datang di Bathing Carnival 2.0, perayaan warisan budaya yang terus hidup di Bhutan bagian timur. Bergabunglah bersama kami di sepanjang sungai-sungai yang masih alami dan lanskap yang megah untuk kembali terhubung dengan tradisi-tradisi kuno, merasakan pembaruan budaya, serta menemukan ketenangan dari aliran air Bhutan," ujar Lungten Jamtsho.

Dia juga menyebut pengalaman fly fishing sebagai salah satu daya tarik yang dapat dinikmati wisatawan.

"Termasuk pengalaman fly fishing kelas dunia di salah satu sungai terpanjang di wilayah kami," katanya.

Dorong Wisatawan Menjelajah Lebih Jauh

Direktur Departemen Pariwisata Bhutan Damcho Rinzin mengatakan penyelenggaraan tahun kedua menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman wisata di Bhutan bagian timur.

"Menyusul kesuksesan penyelenggaraan perdananya, Bathing Carnival Bhutan kembali hadir dengan energi dan semangat yang lebih besar. Festival tahun kedua ini menawarkan pengalaman yang baru dan menarik dengan memadukan budaya, masyarakat, alam, olahraga, dan hiburan dalam satu rangkaian perayaan yang spektakuler," ujar Damcho.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat PemaGatshel dan Mongar menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival.

"Tahun ini, kami sangat senang dapat melanjutkan momentum tersebut melalui kolaborasi erat dengan PemaGatshel dan Mongar Dzongkhag, di mana partisipasi aktif keduanya dan keterlibatan masyarakat setempat turut membentuk sebuah perayaan yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Bhutan bagian timur," katanya.

Penyelenggaraan BCB tahun ini ditetapkan pada 6-8 November dengan mempertimbangkan pelaksanaan Proyek 108 di Gelephu Mindfulness City. Mulai 2027, festival tersebut direncanakan berlangsung setiap tahun pada 1-3 November di Telung, PemaGatshel.

Dengan konsep yang menggabungkan permainan air dan tradisi lokal, Bathing Carnival menawarkan cara berbeda bagi wisatawan untuk mengenal Bhutan, khususnya kawasan timur yang memiliki lanskap alam dan budaya yang beragam.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut