Viral Pemandangan Alami Sungai Tretes Lamongan, Ternyata Menyimpan Fosil Batu Laut
JAKARTA, iNews.id - Selalu ada hal unik dan menarik di Lamongan Jawa Timur yang bisa dijelajahi wisatawan. Salah satunya jika Anda singgah ke desa Tretes, Kecamatan Bluluk.
Di sini terdapat situs kuno yang tersembunyi di tengah hutan. Ya, situs tersebut berupa sungai yang memiliki air jernih. Bahkan, bebatuan di sana terlihat unik terbuat dari fosil laut.
Siapa sangka tempat asri dan alami ini dulunya ramai dikunjungi wisatawan. Kini, terlihat sepi karena ditinggalkan.
Lantas, seperti apa penampakan situs kuno berupa sungai tersebut? Berikut ulasannya dirangkum melalui akun YouTube Kuno Brono, Jumat (20/8/2021).
Menurut penuturan akun tersebut, Tretes tidak hanya ada di Mojokerto, kali ini juga ada di kawasan Lamongan, Jawa Timur. Tepatnya berada di tengah hutan. Ditambah dengan pemandangan hamparan rumput hijau, serta bekas tanaman tebu dan jagung.
Awalnya, pemandian Tretes ini sangat ramai dan banyak orang mengunjunginya. Namun, berdasarkan pengakuan warga, pernah terjadi kasus pemerkosaan di wilayah sekitaran Tretes ini.
“Saya mendapatkan cerita dari warga, dulu ada pemerkosaan. Makanya tempat ini ditutup 2018, sejak kejadian itu,” kata pemilik channel youtube Kuno Brono, Jumat (20/8/2021).
Menurutnya, situs ini terlihat menyejukkan. Terlihat, ada beberapa pertemuan dua mata air dari dataran yang lebih tinggi. Kemudian, mempertemukannya di batu besar terbuat dari kerang. Bentuknya aneh dari fosil laut. Sungainya ini terbagi menjadi 4 aliran air cukup deras.
Memang, air di sini dimanfaatkan untuk kegiatan mandi dan wudhu. Hal itu dikarenakan air di sini masih sangat bersih dan sejuk, dilindungi beberapa pohon bambu.
"Pemandangannya di sini indah bener. Masih alami," katanya.
Aliran air juga terlihat masih panjang, sebenarnya jika ditelusuri akan sangat mumpuni untuk melakukan pemancingan. Sebab, masih ada beberapa ikan sungai (bathul) yang mendiami air tersebut.
Ternyata, bukan hanya itu, ada gua tersembunyi di bawah pepohonan rindang. Namun, pemilik channel Youtube Kuno Brono mengaku tidak berani untuk menelusuri lebih lanjut, demi keselamatan dirinya sendiri.
Editor: Vien Dimyati