Volume Sampah di Labuan Bajo Meningkat, Wisatawan Diminta Jaga Lingkungan
JAKARTA, iNews.id - Pesona keindahan alam yang ada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) memikat wisatawan untuk berwisata. Beberapa destinasi di Labuan Bajo terkenal hingga mancanegara.
Namun, di balik tingginya minat wisatawan untuk berwisata ke Labuan Bajo, tren peningkatan volume sampah juga menjadi persoalan baru.
"Saat ini, terjadi tren peningkatan volume sampah di Labuan Bajo. Kami mencatat lebih dari 16 ton volume sampah per hari," ujar Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi melalui keterangannya belum lama ini.
Menurut Edistasius, perlu gerakan nyata dalam menangani sampah di Labuan Bajo. Dia mengapresiasi peluncuran Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia (Gradasi) yang diinisiasi Danone-Aqua bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) dan diluncurkan di Labuan Bajo.
"Dengan menjadikan Labuan Bajo sebagai bagian dari program Gradasi telah terbukti berhasil mengurangi sampah plastik di beberapa wilayah di Indonesia," kata Edistasius.
Dia berharap program ini dapat mengubah mindset masyarakat dan juga wisatawan yang datang ke Labuan Bajo untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.
Sampah plastik masih menjadi isu besar di berbagai negara. Termasuk di Indonesia yang menargetkan dapat menangani sampah laut hingga 70 persen di tahun 2025.
Pada 2021, pemerintah telah berhasil mengatasi hingga 28,5 persen kebocoran sampah plastik ke laut, dan target pengurangan masih menyisakan sebesar 41,5 persen hingga 2025 mendatang.
Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, mengatakan dia berkomitmen mengubah kesadaran dan perilaku penanganan sampah plastik dan mendekatkan pengelolaan sampah plastik dalam keseharian masyarakat.
"Hal ini sekaligus meningkatkan persentase pengumpulan sampah di Indonesia. Sejalan dengan misi serupa yang dilakukan dalam kampanye #BijakBerpelastik," ujar Karyanto Wibowo.
Dia menjelaskan, berdasarkan kajian LPEM UI kampanye ini berhasil meningkatkan 17 persen sampah plastik yang didaur ulang dan mengurangi hingga 14 persen sampah plastik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta menurunkan kebocoran PET bekas ke lingkungan dari 3.1 persen ke 2.5 persen.
"Gradasi merupakan upaya edukasi kepada rumah ibadah dalam mengelola sampah. Program ini membantu para pengurus rumah ibadah mengumpulkan sampah plastik masyarakat serta memudahkan akses ke bank sampah yang dekat dengan rumah ibadah," kata dia.
Editor: Vien Dimyati