Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angela Tanoesoedibjo: Pemimpin Daerah Awards 2026 Jadi Inspirasi Kemajuan Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Wamenparekraf: Membangun Kepercayaan Kunci Percepatan Pemulihan Pariwisata

Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:04:00 WIB
Wamenparekraf: Membangun Kepercayaan Kunci Percepatan Pemulihan Pariwisata
Pemulihan pariwisata butuh kepercayaan wisatawan (Foto : Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Era tatanan normal baru, atau new normal akan menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat ke depan. Termasuk dalam menerapkan new normal pariwisata.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, Kemenparekraf sedang menyusun upaya dan langkah-langkah pemulihan dalam menyambut kondisi kenormalan baru di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Setidaknya terdapat tiga kunci terkait protokol normal baru tersebut yaitu terkait Kebersihan, Kesehatan, dan Keamanan (Cleanliness, Health, and Safety atau CHS)," kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat membuka kegiatan Webinar Series 3 dengan tema “Road Map to Bali Next Normal: What is the state of the biggest tourism market for Bali”, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, protokol ini tidak terbatas pada usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terdampak saja, seperti penyedia akomodasi, jasa makanan dan minuman, daya tarik wisata, usaha perjalanan wisata, usaha fasilitas seni, dan produksi film, serta usaha-usaha lainnya di seluruh sektor ekonomi kreatif yang diharapkan dapat menerapkan protokol ini.

Lanjut Angela, diterapkannya protokol ini dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan.

"Hal ini sangat penting karena Gaining trust atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan. Jika hanya menjadi promosi tanpa aksi, maka kepercayaan yang dibangun bisa hilang dan akan lebih sulit lagi untuk membangunnya kembali” ujar Wamenparekraf.

Menurut dia, implementasi protokol dimaksud mengacu kepada gugus tugas dan akan melalui beberapa tahapan ‘pra-kondisi’, yaitu edukasi, sosialisasi, dan simulasi.

Dalam pelaksanaannya, daerah akan menyiapkan manajemen krisis dalam monitoring dan evaluasi.

Wamenparekraf Angela juga menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan handbook yang mengacu kepada standar global sebagai panduan teknis untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Handbook ini merupakan turunan yang lebih detil dari protokol yang sedang disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Webinar Series 3 ini, diikuti lebih dari 900 peserta dan dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Arif Havas Oegroseno, Duta Besar RI untuk Australia merangkap Republik Vanuatu Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, Duta Besar RI untuk Republik Demokrasi Rakyat Laos R. P. Pratito Soeharyo, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

Pada kesempatan yang sama, Cok Ace menjelaskan, pada 2019 Bali menyumbang 6,3 juta wisman, dengan asal wisman tertinggi secara berurutan adalah Australia, Tiongkok, India, Eropa, dan Amerika.

Diketahui, para wisatawan yang datang ke Bali memiliki minat daya tarik wisata yang beragam, di mana minat terhadap daya tarik wisata budaya sebesar 65 persen, alam 30 persen, dan wisata buatan 5 persen.

Angela kembali menekankan, Bali merupakan salah satu gerbang utama serta ikon dari Pariwisata Indonesia di mata dunia yang turut mengalami dampak dari pandemi Covid-19.

Namun, Wamen termuda ini optimistis sektor pariwisata di Bali akan cepat bangkit mengingat kesungguhan yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemangku kepentingan serta para industri pariwisata untuk bahu-membahu membangkitkan pariwisata Bali.

Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, setiap pemerintah daerah lain juga harus memerhatikan kondisi laju penyebaran Covid-19 di daerahnya dalam pembukaan destinasi wisata.

“Saya optimis Bali akan kembali bangkit, khususnya dalam upaya membangkitkan industri pariwisata Bali. Selain adanya penerapan protokol yang baik oleh para pelaku industri, dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan Indonesia di luar negeri, media, dan seluruh stakeholder lainnya," katanya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut