Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Minta Penanganan Karhutla Way Kambas Difokuskan: Gajah-Gajah Harus Kita Rawat!
Advertisement . Scroll to see content

Way Kambas Terbakar, Intip Pesona Rumah Gajah Sumatra sebelum Api Meluas!

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:44:00 WIB
Way Kambas Terbakar, Intip Pesona Rumah Gajah Sumatra sebelum Api Meluas!
Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG, iNews.id - Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur kembali menjadi perhatian setelah kebakaran melanda kawasan konservasi tersebut. Kebakaran pertama yang terjadi di wilayah Resort Kuala Penet memang telah berhasil dipadamkan, tetapi titik api baru kembali muncul di lokasi berbeda.

Kebakaran di Kuala Penet terjadi sejak Jumat (21/8/2026) dan berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare, meski angka tersebut masih sementara dan menunggu verifikasi lapangan.

Proses pemadaman melibatkan sekitar 250 personel gabungan dari Balai Taman Nasional Way Kambas, TNI-Polri, pemerintah daerah, mitra taman nasional, kelompok masyarakat, hingga Masyarakat Peduli Api.

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas. (Foto: X)
Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas. (Foto: X)

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena sebagian kawasan memiliki karakteristik lahan bergambut.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kebakaran di Way Kambas belum sepenuhnya menjadi cerita masa lalu.

Titik api baru ditemukan di wilayah Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, pada Minggu (23/8/2026). Tim gabungan kembali dikerahkan untuk menjangkau lokasi dan mencegah api meluas ke kawasan lainnya. 

Hingga laporan terbaru, luas area yang terdampak kebakaran baru tersebut masih dalam pendataan.

Gajah Sumatra Dipastikan Aman

Di tengah kebakaran yang melanda sebagian kawasan, kondisi satwa menjadi perhatian utama.

Balai TN Way Kambas memastikan kebakaran yang terjadi di wilayah selatan tersebut tidak berdampak langsung terhadap habitat gajah liar. Kawanan gajah liar berada di bagian utara kawasan taman nasional, sementara lokasi kebakaran berada cukup jauh dari habitat mereka.

Kementerian Kehutanan juga menyatakan gajah Sumatra yang berada di habitat alami maupun Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dari kebakaran di Kuala Penet. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ditemukan laporan adanya gajah atau satwa liar yang mati akibat kebakaran. 

Kondisi tersebut menjadi kabar penting mengingat Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi yang memiliki peran besar dalam perlindungan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus).

Bahkan pada Juli 2026, Kementerian Kehutanan menyebut penguatan tata kelola TN Way Kambas dan penanganan interaksi antara manusia dengan gajah menjadi salah satu prioritas konservasi kawasan tersebut.

Indahnya Way Kambas sebelum terbakar. (Foto: Instagram)
Indahnya Way Kambas sebelum terbakar. (Foto: Instagram)

Rumah Gajah Sumatra yang Jadi Ikon Way Kambas

Way Kambas selama ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata alam yang identik dengan gajah Sumatra.

Kementerian Pariwisata melalui Indonesia Travel bahkan menyebut TN Way Kambas sebagai 'Surga Dunia bagi Gajah Sumatra'. Kawasan ini menjadi rumah bagi Pusat Latihan Gajah yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari upaya konservasi dan edukasi mengenai gajah.

Pesona Way Kambas bukan hanya terletak pada kesempatan melihat gajah dari dekat. Kawasan tersebut juga menawarkan pengalaman wisata berbasis alam dan konservasi.

Wisatawan dapat mengenal lebih jauh kehidupan gajah, melihat aktivitas satwa, sekaligus menikmati bentang alam hutan tropis yang menjadi habitat berbagai satwa liar.

Selain gajah Sumatra, Way Kambas juga merupakan habitat bagi satwa langka lainnya, termasuk badak Sumatra, harimau Sumatra, serta berbagai jenis burung.

Keberadaan beragam satwa tersebut membuat Way Kambas memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta alam dan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman melihat kekayaan satwa Sumatra.

Tak Sekadar Tempat Melihat Gajah

Popularitas Way Kambas sebagai destinasi wisata sebenarnya tidak hanya bertumpu pada keberadaan gajah.

Kawasan konservasi ini menawarkan pengalaman yang mempertemukan wisata alam dengan edukasi mengenai pelestarian satwa. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga mengenal lebih dekat bagaimana satwa langka dilindungi di habitatnya.

Aktivitas di Taman Nasional Way Kambas. (Foto: Instagram)
Aktivitas di Taman Nasional Way Kambas. (Foto: Instagram)

Karena itu, Way Kambas memiliki posisi penting dalam pengembangan wisata berbasis konservasi di Lampung.

Setelah sempat ditutup sejak Januari 2026, kawasan TN Way Kambas kemudian kembali membuka layanan kunjungan wisata alam secara terbatas mulai 30 Mei 2026. Pembukaan tersebut diarahkan pada wisata yang lebih berkelanjutan dengan mengedepankan kesejahteraan satwa, edukasi konservasi, dan pelestarian ekosistem.

Artinya, ketika wisatawan berkunjung ke Way Kambas, pengalaman yang ditawarkan bukan sekadar rekreasi, tetapi juga kesempatan untuk memahami pentingnya menjaga habitat satwa liar.

Punya Habitat Satwa Langka

Way Kambas juga dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Gajah Sumatra menjadi ikon utamanya, tetapi kawasan tersebut juga menjadi habitat bagi satwa lain yang keberadaannya sangat penting bagi ekosistem Sumatra.

Mulai dari badak Sumatra, harimau Sumatra hingga berbagai jenis burung, keberadaan satwa tersebut menjadikan Way Kambas salah satu kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis sekaligus potensi wisata alam yang besar.

Karena itu, kebakaran yang terjadi bukan hanya persoalan hilangnya vegetasi di suatu kawasan, tetapi juga menjadi ancaman terhadap habitat dan ekosistem yang selama ini menopang kehidupan berbagai satwa.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut