Wisata Instagenik Bukittinggi, Lihat Ngarai Sianok di Cafe Kapatoman
JAKARTA, iNews.id - Suasana dan pemandangan alam Kota Bukittinggi memang indah dan sejuk, karena berada di antara Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Berjuluk 'Parijs van Sumatra', kota yang terkenal dengan jam gadangnya ini memiliki destinasi wisata alam yang memesona. Salah satunya Air Terjun Lembah Anai, Ngarai Sianok dan Danau Maninjau.
Kini, ada satu lagi destinasi wisata antimainstream di Bukittinggi yang menggabungkan wisata alam dan kuliner. Namanya Cafe Kapatoman, tempat nongkrong baru berbentuk kapal yang berada di Jorong Jambak, Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.
Cafe yang dikelola oleh enam bersaudara ini dibangun dengan menggunakan bahan kayu. Bentuk bangunannya seperti kapal Bugis. Ide pembuatan cafe didasari keinginan untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dengan bentuk bangunan, keindahan alam, dan menu yang disuguhkan.
Nama cafe ini diambil dari nama almarhum ayah mereka, 'Toman' dan di depannya diberi tambahan 'Kapa' (kapal). Cafe ini memiliki panjang 20 meter, lebar delapan meter, dan tinggi anjungan 12 meter. Dibutuhkan 25 kubik kayu. Kayu yang dipakai merupakan kayu pilihan, seperti jenis Surian, pohon Kelapa sebagai tiang, serta jenis kayu lainnya yang dapat dipakai untuk jangka waktu lama.

(Foto: @ayodolan/ Instagram)
"Kapatoman Cafe, nuansa bersantai ria ala kapal di darat. Ini bukan di Bandung ya, guys! Ini Kapatoman Cafe yang berada di wilayah Tabiang Takuruang tak jauh dari Ngarai Sianok, Bukit tinggi, Sumatera Barat. Ayo dolan ke sini. Hawa sejuk yang dihembuskan angin, ditambah hijaunya pemandangan sekitar, serta bunyi air sungai yang merdu di samping cafe membuat suasana menjadi tenang dan tenteram. Tag dan ajak teman kamu dolan kesini!" tulis Instagram @ayodolan, dikutip Kamis (25/4/2019).
Pembangunan Kapatoman butuh waktu pengerjaan kurang lebih satu tahun, dan mulai dikenalkan pada masyarakat pada Desember 2017. Cafe Kapatoman ini kerap dijadikan pengunjung untuk berswafoto. Sejak dibukanya cafe ini, hampir setiap hari selalu ramai pengunjung, apalagi ketika hari libur. Pengunjungnya berasal dari berbagai daerah Sumatera Barat, beberapa di antaranya berasal dari luar provinsi.
Menu yang ada di cafe ini tidak jauh berbeda dengan cafe pada umumnya. Namun ada beberapa yang berbeda seperti menu tradisional yang menjadi ciri khas, yakni teh talua tapai dan nasi lamak saka basantan. Harganya terbilang bersahabat, mulai Rp8.000 hingga Rp22.000.
Suasana berbeda akan Anda rasakan ketika berada di sekitar area Kapatoman Cafe. Hawa sejuk berbalut pemandangan hijau di sekitar cafe membuat suasana terasa nyaman. Ditambah gemericik air sungai yang ada di samping cafe membuat pengunjung menjadi tenang dan tenteram.
Selain suasana alam di Ngarai Sianok yang sangat 'menjual', Kapatoman ini juga berada di sekitar Tabiang (Tebing) Takuruang (Terkepung), yang sudah dikenal masyarakat, khususnya di daerah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. Tempat ini juga didukung dengan adanya sungai yang mengalir di sebelah tanah bangunan Kapatoman. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi Cafe Kapatoman, cukup menempuh sekitar 15 menit dari pusat Kota Bukittingi.
Editor: Dini Listiyani