Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Isra Mikraj, Masjid Kubah Emas Depok Dipadati Jemaah
Advertisement . Scroll to see content

Wisata Religi Masjid Keramat Luar Batang, Jelajah Jakarta Tempo Dulu di Sini!

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:01:00 WIB
Wisata Religi Masjid Keramat Luar Batang, Jelajah Jakarta Tempo Dulu di Sini!
Masjid Keramat Luar Batang di Jakarta Utara menawarkan wisata religi sarat akan serajah. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Di tengah hiruk pikuk aktivitas pelabuhan dan hembusan angin laut beraromakan garam, berdiri rumah ibadah tua yang tak pernah lekang oleh waktu. Masjid Keramat Luar Batang berdiri kokoh dan menyimpan banyak sejarah Jakarta tempo dulu.

Masjid yang berdiri di tengah pemukiman padat penduduk Jakarta Utara itu terlihat megah, tenang, serta menawarkan ketenangan batin sekaligus cerita sejarah yang magis. 

Bukan hanya sekadar bangunan tua, masjid ini merupakan oase spiritual yang menyimpan kisah keteguhan, keajaiban, dan perjalanan pendirinya. Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, seorang musafir Hadramaut yang akhirnya memilih menetap di Batavia. 

Ia wafat dibarengi dengan kejadian misterius hingga namanya dikenang sebagai nama dari masjid yang turut ia dirikan sekitar tahun 1700-an ini.

"Jasad beliau secara berulang menghilang dari kurung batang (keranda) saat hendak dimakamkan, dan selalu kembali ke tempat beliau beristirahat," kata Maswi, Sekretaris DKM Masjid Keramat Luar Batang, Sabtu (17/1/2025).

Peristiwa yang terjadi hingga tiga kali itu menjadi cikal bakal sebutan 'Luar Batang'. Kejadian tersebut dipahami masyarakat sekitar sebagai keinginan sang Habib untuk tetap berada di masjid yang ia dirikan sekaligus pusat dakwah beliau.

"Makanya masjid ini terkenal dengan nama Masjid Keramat Luar Batang itu karena kejadian beliau waktu dimakamkan tidak ada di tempat. Waktu mau dimakamkan hilang jasadnya, adanya di sini," ucap dia.

Sejarah Masjid Keramat Luar Batang Jakarta Utara

Menelusuri Masjid Keramat Luar Batang seperti membuka lembaran buku sejarah tahun 1700-an. Berawal dari kawasan rawa-rawa yang tidak pernah dilirik orang, disulap menjadi sebuah mushola kayu kecil oleh Habib Husein. 

Lahan itu didapatkan sebagai hadiah dari Gubernur Jenderal Belanda sekitar tahun 1736. Kini, bangunan yang awalnya hanya musala kayu itu telah bersalin rupa menjadi masjid yang megah.

"Dan nama masjid ini sendiri sebenarnya An-Nur. An-Nur itu nama masjid pemberian Abdul Husain waktu beliau membangun masjid ini yang awalnya musala. Sedangkan nama An-Nur itu sendiri digunakan sebagai tempat Taman Pendidikan Al-Qur'an," tutur Maswi.

Sentuhan renovasi dari para pemimpin daerah mulai dari pembangunan menara di era Joko Widodo sampai pelebaran kawasan yang lebih rapi di era Anies Baswedan, membuat masjid ini memiliki daya tarik visual yang kuat. 

Menara masjid yang menjulang menjadi latar belakang favorit para pengunjung untuk mengabadikan momen saat berkunjung ke masjid ini.

"Ya, terakhir tuh Gubernur Anies yang merenovasi sampai bagus. Kalau menara sebelum Pak Anies, waktu Pak Jokowi waktu jadi Gubernur. Beliau yang bangun itu," beber dia.

Bagi masyarakat urban yang mencari pelarian dari penatnya kota, Masjid Keramat Luar Batang menjadi destinasi yang tepat karena memberikan sensasi tersendiri.

Atmosfer khusyu yang kental saat melihat peziarah dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga pelosok Jawa duduk bersimpuh mengirimkan doa.

Habib Husein bin Abubakar Alaydrus dikenal sebagai seorang musafir dan penyebar agama Islam dari Hadramaut Yaman. Ia berkelana menyebarkan Islam ke berbagai negara seperti India.

Ia juga pernah singgah di Semarang, Aceh hingga akhirnya menetap dan meninggal di Batavia atau sekarang dikenal dengan Jakarta. 

"Beliau dari Hadramaut Yaman Selatan, emang tujuannya untuk syiar Islam. Awal negara, negara India, Gujarat dari India ke Aceh, Semarang. Terakhir ke Batavia, beliau singgah sampai wafatnya beliau di sini," jelas Maswi.

Maswi menerangkan bahwa daya tarik utama tempat ini adalah 'keyakinan'. Banyak pengunjung datang membawa hajat dan merasa mendapatkan kedamaian setelah berziarah. Namun, pihak pengurus tetap menjaga agar aspek lifestyle religi ini tidak bergeser menjadi kemusyrikan.

"Kami ambil hikmahnya bahwa apa yang beliau lakukan adalah untuk syiar Islam. Kami selalu menghimbau agar jangan sampai menduakan Allah SWT," pesannya.

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman wisata religi di sini, Masjid Luar Batang sangat mudah diakses.

Selain melihat kemegahan arsitektur dan makam keramat, Anda juga bisa melihat sisi lain dari pendidikan Islam melalui TPA An-Nur yang melayani siswa dari TK hingga SMA.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat sore hari menuju Maghrib, di mana cahaya lampu menara mulai menyala, memberikan kesan syahdu di tengah hembusan angin pesisir.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut