Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Ipul Ajak Siswa Sekolah Rakyat Wisata Sejarah ke Monumen Palagan Lengkong Tangsel
Advertisement . Scroll to see content

Wisata Sejarah Paling Ikonik di Jakarta, Ada Vihara Berusia 350 Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 - 07:15:00 WIB
Wisata Sejarah Paling Ikonik di Jakarta, Ada Vihara Berusia 350 Tahun
Wisata sejarah di Jakarta (Foto: Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bagi pencinta wisata sejarah, Jakarta memiliki berbagai macam objek untuk dikunjungi wisatawan. Melihat perkembangan sejarah Indonesia, hingga tempat-tempat bersejarah yang memiliki historis.

Sebut saja, museum, jembatan, hingga vihara. Di Jakarta, beberapa objek wisata ini memiliki sejarah panjang dan menyimpan berbagai koleksi benda.

Tour Guide Kota Tua Jakarta, Agus Waluyo mengatakan, objek wisata yang ada di Kota Jakarta memiliki cerita masing-masing. Beberapa turis asing menyukai sejarah Indonesia masa lalu. Terutama untuk turis asal Belanda. Mereka sangat antusias dengan sejarah Indonesia yang masih berkaitan dengan negaranya.

"Turis yang antusias adalah Belanda. Mereka antusias karena Batavia memiliki sejarah dengan nenek moyangnya. Makanya, mereka penasaran seperti apa. Kalau keliling bikin tur, mereka seneng banget," ujar Agus Waluyo, kepada iNews.id, di Kota Tua, Jakarta, Senin 15 Januari 2018.

Ketika turis Belanda datang untuk berwisata sejarah, Agus Waluyo akan mengajak ke berbagai tempat wisata, seperti Jembatan Kota Intan, Pelabuhan Sunda Kelapa, Menara Syahbandar, dan Vihara Dharma Bhakti.

Ingin tahu, seperti apa wisata sejarah yang ada di Indonesia? Berikut ulasan yang dirangkum iNews.id, ketika berkunjung ke Kota Tua Jakarta, Senin 15 Januari 2018.

Jembatan Kota Intan

Salah satu objek wisata sejarah yang sering dikunjungi wisatawan adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini dinamakan Jembatan Kota Intan, karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Jembatan ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan ini dulu berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC). Saat itu berseberangan dan dibatasi kali besar. Untuk melestarikan keberadaannya, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya pada 1972.

Menara Syahbandar

Menara Syahbandar merupakan bangunan paling tinggi se-Batavia pada masanya, yakni memiliki tinggi 18 meter, panjang 10 meter, dan lebarnya enam meter. Menara Syahbadar berfungsi mengatur, mengontrol, dan mengawasi kapal-kapal yang berdatangan ke kawasan Sunda Kelapa melalui teropong di masa itu. Menara Syahbandar dijuluki Menara Miring, karena miring ke arah selatan akibat turunnya permukaan tanah. Dari atas menara, Anda dapat melihat kapal-kapal yang berlabuh di Sunda Kelapa, serta melihat pemandangan Kota Jakarta.

Vihara Dharma Bhakti

Vihara Dharma Bhakti berusia 350 tahun. Vihara ini merupakan satu dari tiga vihara tua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Vihara ini memiliki nilai sejarah, sehingga menarik wisatawan datang. Di sana, Anda dapat melihat bagaimana etnis Tionghoa menjalankan kegiatan religi. Bangunan Vihara dengan ukiran kayu, jendela bundar yang mengapit pintu utama, ukiran huruf China pada pilar-pilar, patung dewa, gambar naga, dan burung hong menghiasi vihara ini.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut