World Beach Games Batal Digelar di Bali, Sandiaga Uno Ungkap Potensi Kehilangan Devisa Rp198,17 Miliar
JAKARTA, iNews.id - World Beach Games (WBG) 2023 batal digelar di Bali. Padahal pesat olahraga pantai berskala dunia itu diprediksi mendatangkan 6.900 wisatawan mancanegara (wisman) dari 69 negara.
Menanggapi itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan batalnya WBG di Bali berpotensi kehilangan devisa mencapai 13,15 juta dolar AS atau sekitar Rp198,17 miliar.
Sandiaga mengatakan pihaknya ikut kecewa karena batalnya salah satu event besar tersebut. Namun, dia mengimbau agar masyarakat tidak terpecah dan saling menyalahkan karena kesempatan kegiatan besar itu harus gagal.
"Tapi, jangan kita terpecah belah dan saling menyalahkan, karena pasti ada sejuta cerita di balik pembatalan event ini," katanya dalam Weekly Brief with Sandi Uno, di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf.
Menparekraf mengatakan, masih banyak kegiatan menarik lainnya yang dilaksanakan di Pulau Dewata Bali, termasuk event Meeting, Incentive, Conventional and Exhibition (MICE). Masyarakat masih dapat menikmati momen berharga lainnya, termasuk berwisata.
"Mari kita isi dengan event-event lainnya, termasuk event MICE yang kami lakukan di Bali, Internasional Tourism Investment Forum," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun menambahkan, pada dasarnya Bali sudah siap menjadi tuan rumah WBG 2023. Meski akhirnya dibatalkan dan hal tersebut merupakan menjadi kewenangan dari pemerintah pusat.
"Bali sudah siap dari sisi venue, pantai-pantai, termasuk juga hotel -hotel," tuturnya.
Dia mengungkapkan, sudah ada sejumlah kamar yang dipesan untuk kegiatan WBG 2023. Namun adanya pembatalan tersebut sudah meminta pada PHRI agar kamar yang gagal dipesan dapat dialihkan untuk tamu lainnya.
Editor: Dini Listiyani